Mbak Uci yang maniz..... Thanks a lot ya..artikel nya....belum sempet aku baca ..baru kelar meeting urgent .. nanti aku baca di jemputan.....besok di sambung lagi ya..kalo aku ada pertanyaan..
thank ya..... Vera Mama Arya ----- Original Message ----- From: "Mama Kavindra" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[email protected]> Sent: Tuesday, October 11, 2005 1:57 PM Subject: [balita-anda] ARTIKEL CACINGAN... > > Mbak Vera, > Kebetulan aku masih nyimpen artikel ttg > cacingan.kiriman Mbak Sylvia Jovan's Mom... > > ....dari artikel itu disebutkan juga bahwa solusi > untuk mengobati cacingan bukan dengan minum sembarang > obat cacing (yang dijual bebas) secara teratur (mis. 6 > bulan sekali), but justru dengan teratur menjalani > test > feses di lab. > Hasil lab. membantu dokter memberi obat cacing yang > tepat sesuai jenis cacingnya, jadi anak tidak hanya > 'bebas' cacing 'temporary', tapi bisa kebal dengan > cacing (plus jaga kebersihan diri dan lingkungan). > > So, sebaiknya jangan dikasih obat bebas yah. kalo > perlu cobain test lab.. > > Uci mamaKavin > > http://www.kompas.com/metro/news/0204/28/191053.htm > > Konsultasi Kesehatan > Awas Cacing! > > SEBAIKNYA jangan lagi menganggap infeksi cacingan > sebagai perkara sepele. Meski > memang belum terkabarkan infeksi ini bisa menyebabkan > kematian, namun tetap > berbahaya. Infeksi cacingan sangat mengganggu > kesehatan dan bisa membuat anak > mudah sakit. Peringatan tersebut disampaikan dr Adi > Sasongko MA, Direktur > Pelayanan Kesehatan di Yayasan Kusuma Buana, saat > ditemui Warta Kota seusai > tampil dalam seminar "Upaya Pengembangan Program > Pemberantasan Cacingan di DKI > Jakarta, Yogyakarta, dan Denpasar", pertengahan pekan > lalu. Seminar ini > diselenggarakan atas kerjasama Yayasan Kusuma Buana, , > dan Pemda DKI Jakarta. > > Cacingan, kata Adi, adalah jenis infeksi yang > disebabkan karena adanya cacing > dalam usus > manusia. Bukan hanya anak-anak yang bisa terkena > infeksi ini, juga orang > dewasa. Apalagi bila orang itu tidak memedulikan > kebersihan. "Jumlah cacing > yang ada di dalam tubuh manusia, yang menyebabkan > infeksi cacingan, tidak 1-2 > ekor. Jumlahnya bisa puluhan, atau bahkan ratusan > ekor. Cacing-cacing ini > menghisap sari makanan dalam tubuh, hingga si > penderita akan mengalami berbagai > masalah kesehatan," sambung Adi. > > Bila terinfeksi cacingan, seseorang akan menderita "5 > L": lemah, letih, loyo, > lalai, dan lemas. Bila hal ini menimpa anak, maka akan > mengganggu > pertumbuhannya. Kondisi "5 L" akan membuat anak mudah > sakit. "Bila terus > didiamkan, dalam jangka panjang anak bisa terserang > berbagai penyakit yang > diakibatkan kekurangan gizi, seperti hepatitis, rabun > mata, dan berambut ijuk. > Selain itu, > kemampuan belajar anak juga akan menurun, karena daya > tangkap anak cacingan > lebih lemah > daripada anak yang tidak cacingan," ujar Adi lagi. > Sedangkan bila terjadi pada > orang dewasa, maka orang itu terancam menderita > anemia. Akibat lanjutannya, > dalam kerangka lebih luas, akan menurunkan kualitas > sumber daya manusia, karena > produktivitas penderita cacingan pasti menurun. > > CACING GELANG PALING BANYAK > > Menurut penelitian, sambung Adi, ada 3 jenis cacing > yang sering ditemukan dalam > usus manusia, yaitu cacing gelang (Ascaris > lumbricoides), cacing cambuk > (Trichuris trichiura), dan cacing tambang (Ancylostoma > duodenale dan Necator > americanus). Setiap cacing memiliki ciri-ciri > spesifik. Cacing gelang, > misalnya, bisa mencapai panjang 15-35 cm, meski berada > dalam perut manusia. > Cacing ini juga mampu bertelur hingga 200.000 butir > per hari, yang sebagian > keluar bersama dengan tinja. > > Sementara cacing cambuk (disebut begitu karena > bentuknya seperti cambuk), > panjangnya bisa mencapai 45 milimeter dan hidup dalam > usus besar. Cacing ini, > kalau mengeram dalam perut, bisa sangat merepotkan. > "Cacing ini bisa > menyebabkan seseorang diare disertai ingus dan darah. > Keadaan ini bisa > berlangsung berbulan-bulan. Cacing cambuk menghisap > sari makanan dan darah," > papar Adi. > > Lebih ganas lagi adalah cacing tambang. Cacing ini > menghisap darah dari dinding > usus. > Penularan cacing ini melalui telur yang keluar bersama > tinja, untuk kemudian > menetas menjadi > larva. "Pada saat berjalan tanpa alas kaki, larva ini > dapat menembus kulit kaki > dan selanjutnya terbawa oleh pembuluh darah ke dalam > usus dan menetap di usus > halus. Ukuran cacing ini paling kecil bila > dibandingkan kedua cacing lainnya, > hanya dapat mencapai 13 milimeter," kata Adi. Tanpa > kita sadari, telur cacing > gelang dan cambuk sebenarnya ada di mana-mana. Di > udara, telur cacing yang > berbahaya ini bercampur dengan debu, lalu diterbangkan > angin. Telur cacing ini > bisa hinggap pada makanan atau minuman yang dibiarkan > terbuka. "Jika makanan > dan minuman itu dikonsumsi, maka ikut pula telur > cacing itu. Dalam usus telur > ini berkembang menjadi larva, untuk kemudian menjadi > cacing dewasa." > > Karena itulah, kata Adi lagi, penderita infeksi > cacingan sebenarnya sangat > banyak. Menurut hasil penelitian Departemen Kesehatan > tahun 1995 yang dilakukan > di Sumater Utara, diperoleh hasil bahwa 60,2 persen > anak-anak usia SD di sana > menderita infeksi cacing gelang. Lainnya, 53,8 persen > terinfeksi cacing cambuk > dan 6,7 persen terinfeksi cacing tambang. Jadi cukup > banyak anak yang dala > perutnya terdap[at dua jenis cacing. > > JANGAN ASAL MINUM OBAT > > Sayangnya, kata Adi, masyarakat kerap salah mengerti. > Banyak yang menganggap, > kalau sudah makan obat cacing yang banyak dijual di > pasaran, maka semua cacing > dalam perut akan mati. Dengan demikian, tubuh pun akan > bebas dari cacing. "Pada > kemasan obat anti cacing umumnya tertulis, untuk > menghindari cacingan, > diharuskan > minum obat itu sebanyak dua sampai tiga kali dalam > setahun. Sebenarnya membuat > aturan seperti itu tidak dibenarkan. Minum obat cacing > sifatnya hanya membuang > cacing dari dalam tubuh, tapi tidak membuat tubuh > kebal terhadap cacing," ujar > Adi lagi. Menurut Adi, meminum obat cacing bukanlah > solusi untuk menghilangkan > cacing. Cacing memang hilang, tapi hanya sementara > waktu. Pada kesempatan lain > ia akan berbiak lagi. > > "Bila seseorang menderita cacingan, disarankan untuk > melakukan pemeriksaan di > laboratorium, setelah sebelumnya memeriksakan diri ke > dokter umum atau > puskesmas. Tinja pasien akan diperiksa, untuk > mengetahui jenis cacing apa yang > menyerang orang tersebut," ujarnya lagi. Bila jenis > cacing yang mengeram dalam > perut sudah diketahui, dokter akan memberikan obat > cacing yang tepat. Dosisnya > pun akan disesuaikan dengan berat badan pasien. Dan > yang lebih penting lagi, > tubuh pasien akan kebal terhadap serangan jenis cacing > tersebut. Adi > menyarankan pemeriksaan laboratorium ini dilakukan > enam bulan sekali. "Tapi > pengobatan secara laboratoris itu harus pula diimbangi > menjaga kebersihan diri > dan lingkungan. Kalau tidak, cacing itu akan kembali > menyerang," kata Adi. > > -------------- > > http://www.bdgadventisthospital.org/pelayanan/trakt_cacing.htm > > CACING : PARASIT YANG UMUM HIDUP DALAM TUBUH MANUSIA > > Parasit adalah tumbuhan atau binatang yang hidup pada > tubuh, dimana mereka > merampas makanan yang kita perlukan. Ayng tentunya > dapat menghambat pertumbuhan > bagi anak-anak. Parasit yang sering dijumpai ialah: > cacing gelang, cacing > cambuk, cacing tambang dan cacing keremi. Penelitian > Departemen Kesehatan RI > menunjukkan lebih dari 80% penduduk Indonesia > cacingan. > > Gejala-gejala cacingan antara lain: > > 1. Perut buncit > 2. Gatal-gatal sekitar anus > 3. Muntah ada cacing > 4. Cacing dalam kotoran > 5. Anemia atau kurang darah > 6. Penyumbatan usus > > Cacing biasanya berkembang lebih cepat pada > daerah-daerah dimana kebersihan > masih diabaikan. Terutama bila seseorang buang air > besar sembarangan tidak pada > jamban. Sehingga telur cacing pada kotoran manusia > masuk ke dalam mulut orang > lain. > > CACING GELANG: (Ascaris lumbricoides) > Warna : Merah muda atau putih > Besarnya : 20 - 30 cm > Hidup di : Usus kecil > > Cara Penularannya: > 1. Telur cacing masuk melalui mulut > 2. Menetas di usus kecil menjadi larva > 3. Larva dibawa oleh aliran darah ke paru-paru melalui > hati > 4. Bila larva ini sampai ke tenggorokan dan tertelan, > mereka masuk ke dalam > usus kecil dan menjadi dewasa di sana > Cacing gelang dapat mengisap 0,14 gr karbohidrat > setiap hari > > CACING CAMBUK: (Tricuris Trichiura) > Warna : Merah muda atau abu-abu > Besarnya : 3 - 5 cm > Hidup di : Usus besar > > Cara Penularannya: > 1. Telur cacing tertelan bersama dengan air atau > makanan > 2. Menetas di usus kecil dan tinggal di usus besar > 3. Telur cacing keluar melalui kotoran dan jika telur > ini tertelan, terulanglah > siklus ini > > CACING TAMBANG: (Ancylostomiasis) > Warna : Merah > Besarnya : 8 - 13 mm > Hidup di : Usus kecil > > Cara Penularannya: > 1. Larva menembus kulit kaki > 2. Melalui saluran darah larva dibawa ke paru-paru > yang menyebabkan batuk > 3. Larva yang ditelan menjadi dewasa pada usus kecil > dimana mereka menancapkan > dirinya untuk mengisap darah > > Cacing tambang merupakan infeksi cacing yang paling > merugikan kesehatan > anak-anak. Infeksi cacing tambang dapat menyebabkan > anemia (kurang darah). > Cacing tambang dapat mengisap darah 10 - 12 mililiter > setiap hari. > > CACING KEREMI: (Enterobius Vermicularis) > Warna : Putih > Besarnya : 1 cm > Hidup di : Usus besar > > Cara Penularannya: > 1. Cacing betina bertelur pada malam hari di anus > 2. Anus menjadi gatal, garukan pada anus membawa telur > cacing ini menyebar. > Melalui kontak dengan tempat tidur, bantal, sprei, > pakaian, telur cacing keremi > dibawa ke tempat lain. > 3. Jika telur-telur ini termakan, terunglah siklus > ini. > > Cacing keremi mudah sekali menular dan jika seorang > terkena, seluruh keluarga > perlu diobati. Pada saat pengobatan, sprei, sarung > bantal dan pakaian yang > dipakai perlu dicuci. > > CACING DAPAT DICEGAH DENGAN: > > 1. Cuci tangan dengan sabun sebelum masak, sebelum > makan dan sesudah buang air > besar. > 2. Gunakan WC jika buang air besar. > 3. Gunakan sandal atau sepatu, hindarkan kaki > telanjang. > 4. Jangan makan daging atau ikan mentah atau setengah > masak. > 5. Gunakan air yang sudah dimasak untuk minum dan > menyikat gigi. > 6. Hindari kebiasaan memasukkan tangan dalam mulut. > > Pengobatan sekali 6 bulan sangat dianjurkan apalagi > bagi anak-anak atau paling > sedikit setahun sekali. Dokter Anda akan memberikan > obat yang cocok untuk > kebutuhan Anda. > > Cacing yang hidup dalam tubuh seseorang sangat > merugikan karena mereka > mengurangi gizi yang dibutuhkan tubuh, daya tahan > terhadap penyakit lain > berkurang, dan bukan saja cacing menteap di usus, > mereka dapat berpindah ke > organ lain dalam tubuh. Menjaga kebersihan lingkungan > dan perorangan akan > banyak artinya dalam mengatasi masalah cacing. > > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com > > > ================ > Kirim bunga, http://www.indokado.com > Info balita: http://www.balita-anda.com > Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] > Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED] > > > ================ Kirim bunga, http://www.indokado.com Info balita: http://www.balita-anda.com Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED] Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

