*Buat yang nanti mau mudik Lebaran.*
*Semoga bermanfaat.*
*----------------------------*
*Meninggalkan rumah dalam keadaan kosong kadang membuat waswas, "Duh,
kemalingan enggak ya nanti?" Rasa was-was jelas mengurangi kenyamanan.*

  Angka tindak kejahatan pencurian rumah kosong cenderung meningkat dari
tahun ke tahun. Hal itu dikatakan Kasubag Pengawasan Jasa Pengamanan Bagian
Pembinaan Keamanan Swakarsa Biro Bina Masyarakat Mabes Polri, AKBP Drs.
Anggraito M. Sumrahadi. Ironisnya, tak jarang rumah yang dibobol pencuri
sebenarnya terletak di kompleks yang dijaga satpam (satuan pengamanan) yang
*ngepos *di gerbang masuk perumahan.

Sindikat maling spesialisasi rumah kosong memang bukan kelompok sembarangan.
Sebelum melakukan aksinya, mereka sudah melakukan observasi yang intensif
terhadap calon sasaran. Jangan heran kalau geng* *jahat ini banyak
diberitakan berhasil membobol rumah kosong dengan sukses.

Tak tertutup kemungkinan juga, pelaku pencurian memiliki informan yang
memberi tahu bahwa ada rumah kosong yang "layak" disatroni. "Informan itu
bisa saja seorang pembantu. Jadi ada kerja sama dengan orang dalam. Maka
berhati-hatilah jangan terlalu percaya pada orang lain," katanya.

BERI TAHU PIHAK TERTENTU

Menurut Anggraito, sebelum meninggalkan rumah dalam kondisi kosong, ada
baiknya beritahukan pihak-pihak sebagai berikut:

*1. Ketua RT/RW*

Informasikan kepada ketua RT/RW setempat bahwa sekeluarga akan pergi untuk
beberapa hari lamanya, terhitung dari hari apa dan kembali lagi kapan.
Dengan begitu, ketua RT/RW mengetahui ada warganya yang mudik dan
meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Kalau sudah diberitahukan tentunya
mereka akan ikut memantau keamanan rumah warganya.

*2. Tetangga terdekat*

Beritahukan rencana mudik kepada tetangga terdekat, di sebelah kiri-kanan
maupun yang di depan rumah. Setidaknya mereka akan ikut mengawasi
kalau-kalau terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Kalau perlu, titipkan nomor
telepon yang bisa dihubungi sehingga memudahkan mereka mengontak jika ada
sesuatu yang penting.

*3. Satpam perumahan*

Sampaikan rencana mudik kepada satpam yang berjaga di perumahan. Minta
mereka untuk lebih sering berkeliling kompleks memantau keamanan rumah
terutama yang ditinggal pergi penghuni.

TRIK PENCURI MENGENDUS RUMAH KOSONG

Selain mendapatkan informasi dari "orang dalam" dan informan lainnya,
sebenarnya ada berbagai cara yang dilakukan pencuri untuk mengetahui apakah
rumah itu kosong atau sedang berpenghuni di antaranya:

*1. Mengecek melalui telepon*

Telepon yang terus berdering tak diangkat menandakan rumah dalam kondisi
kosong. Sebagai langkah antisipasi, gunakan alat perekam telepon masuk.
"Setel saja suara bahwa kita sedang keluar sebentar. Mohon titip pesan.
Kalau ada telepon masuk yang mencurigakan nanti bisa dilacak."

*2. Lampu di halaman dinyalakan nonstop atau sebaliknya gelap sama sekali*

Biasanya kalau bepergian dalam waktu lama, lampu di luar rumah atau di
halaman dinyalakan. Penerangan yang terus-menerus berlangsung seharian
tentunya merupakan pertanda penghuninya tidak ada. Begitu juga sebaliknya.
Rumah tanpa nyala lampu menandakan rumah itu kosong. Sebagai langkah
antisipasi, gunakan lampu otomatis yang hanya menyala jika kondisi
lingkungan sekitar sudah gelap. Sayangnya, lampu model ini pun memiliki
kelemahan. Kalau siang hari cuaca mendung maka akan menyala juga.

*3. Halaman kotor*

Halaman rumah yang tampak kotor, dipenuhi dedaunan yang rontok, bisa
menandakan bahwa rumah dalam kondisi kosong. Hal ini sulit diatasi. Oleh
karena itu, selain memberi tahu tetangga dan satpam perumahan, kalau
memungkinkan minta seseorang yang dapat dipercaya untuk menjaga rumah. Jadi
rumah praktis tidak kosong.

*4. Surat kabar bertumpuk*

Pencuri juga bisa mengetahui kondisi rumah kosong dari bertumpuknya koran di
halaman karena tak pernah diambil penghuninya. Sebagai langkah antisipasi,
untuk sementara waktu hentikan berlangganan koran.

PERKETAT SISTEM KEAMANAN

Anggraito menyodorkan beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperketat
atau melipatgandakan sistem pengamanan di rumah, yakni:

*1. Kunci*

Pastikan kondisi pintu maupun pagar dalam kondisi terkunci. Kalau masih
belum yakin dan khawatir masih bisa dijebol, cobalah ganti kunci pintu dan
menambahkannya dengan gembok, gerendel atau bahkan teralis besi.

*2. Alarm*

Kalau perlu pasang alarm untuk mendeteksi atau memberitahu ada orang asing
yang masuk ke rumah tanpa izin.

*3. Hidden camera*

Seiring perkembangan teknologi, sistem keamanan rumah pun semakin canggih.
Ada yang disebut CCTV (*close circuit television*) atau lebih dikenal
sebagai *hidden camera *yang bisa memantau kondisi sekitar rumah.

*4. Safety box atau safety deposit*

Untuk menyimpan aset-aset berharga, seperti surat-surat penting, perhiasan
dan sebagainya gunakan *safety box*. Masalahnya, kadang ada saja maling yang
berhasil membobol brankas ini. Untuk lebih amannya, sebaiknya simpan
aset-aset penting ini di *safety deposit* di bank.

*5. Pegadaian*

Untuk barang-barang tertentu, seperti sepeda motor atau barang elektronik
bisa saja "dititipkan" di pegadaian. Kalau toh terjadi pencurian setidaknya
isi rumah tidak digondol atau dikuras habis karena barang sudah ditempatkan
tersebar di beberapa tempat, seperti pegadaian.

*6. Asuransi rumah*

Asuransikan rumah untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan.

*7. Jasa pengamanan*

Gunakan pelayanan jasa pengamanan. Orang yang ditugaskan untuk menempati
rumah ini sudah terlatih menangani keamanan dan penyelamatan.

PERLU KEWASPADAAN BERSAMA

Bagaimanapun, kata Anggraito, yang namanya ancaman atau risiko pencurian
tidak dapat dihilangkan. Yang bisa dilakukan adalah meminimalisasi risiko
tersebut. Jadi perlu juga komitmen bersama untuk selalu berkoordinasi
terutama antara warga dan petugas keamanan untuk melaksanakan fungsi deteksi
yaitu meningkatkan kewaspadan bersama. "Kalau ditemui ada orang yang
gerak-geriknya mencurigakan segera laporkan ke petugas keamanan. Jadi
masyarakat diharapkan partisipasinya untuk menjaga keamanan lingkungan,
tidak melulu mengandalkan polisi." (Tabloid Nakita)


--
Have you visited my blog today?
http://andriesalima.multiply.com

Kirim email ke