Dear Moms,
Ini dari milis sebelah. Semoga bermanfaat.
 
Rgd,
 
Ita 

tuti herlina <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
PENTING YANG HARUS ANDA KETAHUI DARI FLU BURUNG DARI WHO 
 
Petunjuk bagi penduduk yang tinggal di daerah yang tertular flu burung

Penyebaran flu burung di daerah yang tertular bisa dicegah :
1. Orang sebaiknya menghindari kontak dengan ayam, bebek dan unggas lainnya 
kecuali sangat perlu.  Ini adalah cara terbaik
untuk mencegah infeksi oleh flu burung.

2. Anak anak memiliki resiko yang lebih tinggi karena mungkin mereka bermain di 
tempat di mana unggas berada.

Ajarilah anak anak untuk mengikuti petunjuk berikut:

1. Hindari kontak dengan unggas jenis apapun, dengan bulu bulunya, kotoran 
maupun limbahnya.

2. Jangan memelihara unggas sebagai hewan kesayangan.

3. Cucilah tangan dengan air dan sabun setiap sesudah bersentuhan dengan unggas.

4. Jangan  tidur di dekat tempat pemeliharaan unggas.

5. Jangan memindahkan unggas baik yang hidup maupun yang mati dari satu tempat 
ke empat lain, bahkan sekalipun anda kira
unggas tersebut sehat.

6. Menangani unggas di daerah tertular harus dilakukan ditempat, tanpa 
memindahkannya ke luar dari area tersebut.

7. Jangan memasak unggas berasal dari daerah tertular untuk makanan keluarga 
maupun hewan peliharaan anda.

8.  Penyembelihan dan penanganan unggas tersebut untuk makanan adalah berbahaya.

9. Apabila anda secara tidak sengaja kontak dengan unggas di  daerah tertular, 
seperti misalnya menyentuh badan unggas,
feses atau kotoran unggas yang lain, atau berjalan di atas  tanah di mana ada 
kotoran unggasnya:

9.a.  Cucilah tangan sampai bersih memakai air dan sabun sesudah setiap kontak.

9.b.   Lepaskan sepatu di luar rumah dan dibersihkan.

9.c.   Periksa suhu tubuh anda sekali setiap hari selama 7 hari.

Apabila anda demam ( di atas 37.5 oC), periksakan diri anda ke dokter atau ke 
rumah sakit terdekat dengan segera.

Penanganan yang benar terhadap unggas yang sakit, diduga karena flu burung atau 
unggas yang mati merupakan kontrol yang
penting untuk mencegah penyebaran penyakit.

1.  Anak anak di jaga agar tidak mendekati unggas yang sakit atau mati.

2.  Apabila anda harus menangani unggas yang mati atau sakit, pakailah alat 
pelindung, seperti  masker, goggle (pelindung
mata), sepatu boot, sarung tangan..

3.  Apabila peralatan tersebut tidak tersedia, gunakan kain/sapu tangan untuk 
menutup mulut dan hidung, pakailah kaca
mata, gunakan tas plastik sebagai sarung tangan dan pembungkus sepatu dan 
mengikatnya pada pergelangan tangan dan kaki dengan
karet.


4. Pakailah baju overall yang bisa dicuci.

5. Apabila anda baru pertama kali mendapati unggas yang sakit atau mati dan 
tidak yakin situasinya, segera beritahu petugas
yang berwenang dan serahkan penangan unggas tersebut kepada ahlinya.

6. Dekontaminasi kebun atau kandang ayam akan membantu menghambat penyebaran 
penyakit.

7. Apabila mungkin, mintalah jasa petugas yang ahli untuk membantu 
dekontaminasi kebun atau kandang ayam.

8. Apabila hal itu tidak mungkin, dan anda harus mengejakannya sendiri, 
pakailah     perlengkapan untuk melindungi mata,
kepala, tangan, kaki dan bagian bagian lain yg tidak tertutup pakaian.

9. Unggas yang mati harus dikubur dengan aman.

10. Pembersihan yang efektif akan menghilangkan bulu bulu atau feses yang 
tertinggal di kandang.

11. Virus flu bisa bertahan untuk sementara waktu di bahan bahan organic, jadi 
melalui pembersihan total dengan deterjen
merupakan langkah yang amat penting. Semua bahan organic harus disingkirkan 
dari kandang ayam sedapat mungkin.

12. Oleh karena area terbuka (pekarangan) yang digunakan untuk memelihara 
unggas sulit untuk di bersihkan ataupun
didesinfeksi, unggas sebaiknya ditiadakan dari area tersebut selama paling 
sedikit 42 hari untuk membiarkan radiasi
ultraviolet menghacurkan sisa sisa virus.  Periode pengosongan ini perlu 
diperpanjang pada musim dingin (hujan).

13. Penyemprotan desinfektan pada tumbuh tumbuhan di pekarangan/kebun maupun 
pada tanah hampir tidak ada gunanya,
karena bahan kimia tersebut akan diinaktifkan oleh bahan organic.  Pengupasan 
lapisan tanah biasanya tidak dianjurkan
kecuali bila kontaminasi feses pada tanah tersebut sangat berat.

14. Unggas yang mati dan feses/kotorannya harus dikubur.

15. Sedapat  mungkin, mintalah bantuan dari petugas peternakan setempat 
bagaimana cara mengubur bangkai unggas dengan aman.

16. Pada waktu mengubur bangkai unggas dan fesesnya, usahakan untuk tidak 
menimbulkan debu.  Semprotlah terlebih dahulu area
penguburan dengan air untuk melembabkan. Kuburlah bangkai unggas dan fesesnya 
dengan kedalaman paling sedikit 1 meter.

17. Setelah bangkai unggas telah dikubur dengan benar, bersihkan seluruh area 
dengan seksama menggunakan deterjen dan
air.  Virus flu relatif bisa dimatikan oleh berbagai jenis deterjen dan 
desinfektan.

Pakaian pelindung yang terkontaminasi harus ditangani dengan benar atau 
dimusnahkan.

1. Setelah area dibersihkan, lepaskan semua perlengkapan pelindung dan cucilah 
tangan dengan air dan sabun.

2. Cucilah pakaian menggunakan air panas atau air sabun yang hangat. Jemurlah 
dibawah sinar matahari.

3. Letakkan sarung tangan bekas pakai dan benda benda lain yg akan dimusnahkan 
ke dalam kantung plastik untuk dimusnahkan
dengan aman.

4. Bersihkan semua perlengkapan yang bisa dipakai kembali seperti misalnya 
sepatu boot dan kaca mata pelindung
menggunakan air dan deterjen, tapi jangan lupa untuk mencuci tangan setelah 
memegang benda benda tersebut.

5. Benda benda yang tidak dapat dibersihkan dengan baik harus dimusnahkan.

6. Bersihkan badan/ mandi dengan air dan sabun. Cucilah rambut juga.

7. Hati hati untuk tidak menyentuh lagi pakaian atau benda yang terkontaminasi, 
atau mengotori lagi area yang telah
dibersihkan.

8. Yang paling penting, cucilah tangan setiap selesai menangani benda benda 
yang terkontaminasi.

Alas kaki/sepatu juga harus didekontaminasi.

1.  Setelah berjalan di area yang mungkin terkontaminasi (misalnya: peternakan, 
pasar, kebun tempat memelihara ayam),
bersihkan sepatu sebaik mungkin menggunakan air dan sabun.

2. Pada saat membersihkan sepatu, berhati hati agar tidak ada kotoran yang 
terpercik ke wajah atau ke baju. Pakailah kantong
plastik untuk melindungi tangan, lindungi mata dengan kaca mata atau goggles, 
tutuplah hidung dan mulut dengan kain/
saputangan.

3.  Tinggalkan sepatu dan sepatu boot di luar rumah sampai kita merasa yakin 
sepatu tersebut sudah benar benar bersih.

Orang orang yang menderita gejala flu/pilek sebaiknya lebih berhati hati.

-> WHO percaya bahwa sangatlah penting untuk mencegah penyebaran flu manusia 
pada area yang terkena flu burung.
Apabila flu manusia dan flu burung saling kontak, ada resiko terjadinya 
pertukaran materi genetis yang bisa menimbulkan
terbentuknya jenis virus baru.

-> Setiap orang yang sedang menderita flu/pilek haruslah berhati hati dengan 
kotoran dari hidung(ingus) dan mulutnya
pada saat berada di sekitar orang lain, terutama anak anak, untuk mencegah 
penularan flu manusia.

-> Tutuplah hidung dan mulut pada waktu batuk atau bersin. Gunakan tissue dan 
dibuang setelah sekali pakai.  Ajarkan anak
anak untuk melakukan hal ini juga.

-> Selalu mencuci tangan dengan air dan sabun setiap sehabis menyentuh kotoran 
hidung atau mulut karena kotoran tersebut
bisa mengandung virus.

-> Anak anak cenderung untuk menyentuh wajah, mata dan mulut dengan tangan yang 
masih kotor.  Ajarkan pada anak anak untuk
mencuci tangan setelah batuk, bersih dan menyentuh benda benda yang kotor.

-> Laporkan ke petugas kesehatan segera dan konsultasikan ke ahli kesehatan 
apabila anda menderita demam dan atau gejala
seperti flu.

Tindakan pencegahan bisa dilakukan apabila mengunjungi teman/saudara yang 
dirawat di rumah sakit

-> Apabila anda mengunjungi pasien yang menderita flu burung, ikuti petunjuk 
dari petugas rumah sakit untuk mengenakan
pakaian pelindung, termasuk masker, jas laboratorium, sarung tangan dan goggles 
(pelindung mata).

-> Pakaian pelindung seperti itu dibutuhkan apabila anda akan kontak secara 
langsung dengan pasien atau lingkungan di mana
pasien berada.

-> Pastikan bahwa masker yang anda kenakan unkurannya pas buat anda.  Apabila 
tidak, bicarakan dengan petugas rumah sakit.

-> Pada waktu anda meninggalkan ruangan pasien, anda harus melepaskan semua 
pakaian pelindung tersebut dan mencuci tangan
dengan air dan sabun.

Di daerah tertular, di mana adanya flu burung telah dipastikan, jangan 
mengkonsumsi daging ayam yang berasal dari
ayam yang sakit atau mati. 

-> Di daerah tertular, disarankan untuk tidak memanfaatkan ayam sakit atau mati 
untuk makanan orang maupun hewan.
Walaupun nampak sehat, ayam yang berasal dari daerah tertular jangan 
dimanfaatkan untuk makanan.

Di daerah sekitarnya ( yang berdekatan dengan daerah tertular) beberapa 
tindakan  pencegahan perlu dilakukan.

-> Secara umum, hanya unggas yang sehat yang boleh dimanfaatkan sebagai bahan  
makanan.

-> Untuk memotong/mematikan unggas, gunakan cara cara agar anda maupun 
lingkungan di rumah anda tidak dicemari oleh
darah, debu, feses maupun kotoran lain yang berasal dari unggas tersebut. 
Tanyakan ke petugas peternakan setempat
mengenai prosedur pemotongan unggas yang benar.

-> Untuk pencabutan bulu, gunakan cara yang benar agar tidak mengotori anda 
maupun lingkungan tempat tinggal anda.  Cara
terbaik adalah dengan merendam unggas tersebut di dalam air panas sebelum 
mencabuti bulunya.

-> Untuk membersihkan isi perut dan usus unggas gunakan cara yang benar agar 
tidak mengotori lingkungan tempat tinggal
anda.

-> Jangan menyentuh benda benda lain maupun wajah anda (misalnya: mengusap 
mata) pada saat anda melakukan prosedur
prosedur tersebut di atas, kecuali setelah anda mencuci tangan dengan air dan 
sabun.

Lakukan semua tindakan pencegahan untuk memastikan bahwa unggas atau produk 
asal unggas diproses dengan benar dan aman
untuk di konsumsi.

-> Ayam diproses secara higienis dan di masak sampai matang, contohnya: sudah 
tidak ada lagi cairan berwarna kemerahan,
ayam dianggap aman untuk di makan. Tetapi perlu diingat bahwa apabila ayam 
tersebut mengandung penyakit menular spt misalnya
flu burung, orang yang memasak ayam tersebut mempunyai resiko tertular demikian 
juga lingkungan tempat ayam itu dipersiapkan
untuk dimasak bisa tercemar oleh virus.

-> Telur juga bisa membawa bibit penyakit, seperti misalnya virus flu burung di 
bagian dalam telur maupun di kulit
luarnya.  Telur mentah dan kulit telur harus ditangani dengan hati hati.  
Cucilah kulit telur dengan air sabun dan cucilah
tangan setelahnya.  Telur yang dimasak sampai matang (direbus selama 5 menit 
pada temperature 70oC) tidak akan menularkan
virus flu burung apabila dimakan.

-> Secara umum, semua makanan harus dimasak sampai matang, mencapai temperatur 
paling sedikit 70oC atau lebih di bagian
dalam.

Diterjemahkan dari :

"Advice for people living in areas affected by bird flu or
avian influenza". 8 November 2004.

World Health Organization- Western Pacific Region.


Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke