Ya mbak uci aku ada.
Sorry ketiban email segabruk dari BA dan milis lain.
Jadi ya dah lieur duluan liatnya hehehehe.
Ok kok penjelasannya mama kavindra nih.

Utk maknya Zalwa, sebetulnya sih bisa aja anak seusia zalwa dilakukan
relaktasi lagi. Meski dg effort yg luar biasa besar dan kesabran tinggi.
Tapi saya tidak yakin para konsultan laktasi diIndonesia siap dg hal ini.
At least dari beberapa klinik laktasi yg saya tahu belum *maaf* terupdate
dg info spt ini.
Sayang di Indonesia belum ada badan laktasi internasional (Lalecheleague).
Doain aja ya ada. Mg lalu dah kirim email supaya mereka membuat cabang di
Indonesia. Kita tunggu aja.

LLL ini dapat membantu ibu2 spt utk relaktasi bahakn utk anak seusia
zalwa. Bahkan ibu2 adopsi yg ingin menyusui bayi adopsinya (meskipun mrk
belum pernah hamil). Ada treatment tersendiri spt penggunaan lactation
aid, hormon treatment, expressing, dsbnya.

Ya deh aku nambahin satu artikel ttg relaktasi aja yg dikompilasi dari
berbagai sumber.

Jadi Mbak Rina sangat bisa melakukan relaktasi.
Coba aja ya dikonsultasikan ke klinik laktasi terdekat.
Dan kalo mereka bilang gak bisa, coba diupdate aja ya.
Siapa tahu mereka belum tahu kalo saat ini ibu adopsi aja bisa menyusui
bayinya. Paling gak itu yg dialami teman2 saya yg mengadopsi bayinya.

Moga membantu
Luluk
--------------------------

Relaktasi
(Dirangkum dan ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I)

Saat ini mulai banyak para ibu & ayah yg menyadari pentingnya ASI bagi
sang anak. Tapi saat ia menyusui anaknya banyak sekali kendala yg ditemui
spt tekanan dari lingkungan, minimnya pengetahuan sang ibu & ayah, dsb
sehingga menyebabkan ia gagal menyusui dg baik.  Akibatnya produksi ASI
berkurang & karenanya bayi malas menyusu hingga ASI betul2 ”kering”.
Beberapa mg yg lalu ada pertanyaan menarik dari beberapa teman saya, bisa
gak ya seorg ibu yg telah lama berhenti menyusui kemudian ingin kembali
menyusui anaknya ? Jawabannya sangat bisa.
Jadi jika ibu tsb memutuskan kembali menyusui anaknya setelah berhenti
menyusui sama sekali eberapa lama, ini lah yg disebut dg Relaktasi atau
kembali menyusui.

Mungkinkah ibu yg sudah berhenti menyusui kemudian menyusu kembali ?!

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah mungkin seorg ibu yg sudah tidak
menyusui selama 2 bulan katakan dan ASInya betul2 kering, kemudian bisa
menyusui kembali ?
Saat ini di dunia laktasi, relaktasi sangat mungkin dilakukan oleh tiap
ibu. Meski perlu diketahui bahwa selama masa "istirahat" dari kegiatan
menyusui, produksi ASI mungkin menjadi jauh berkurang atau bahkan
terhenti. Nah pada saat sang ibu hendak menyusui kembali, seluruh organ
produksi ASI butuh waktu untuk "mempersiapkan diri" agar dapat bekerja
kembali & siap memproduksi ASI.

Bahkan saat ini di belahan dunia sana, mulai banyak para ibu adopsi
berhasil menyusui bayi adopsinya, meski sang ibu adopsi tsb tidak/belum
pernah hamil. Tentu saja dg semangat yg kuat, support yg bagus & juga
teknik tertentu.

Lamanya ibu kembali menyusui

Sehubungan dg masa "persiapan" organ ASI, ada beberapa hal yang perlu
diingat, yaitu tiap wanita membutuhkan waktu yg berbeda untuk menghasilkan
ASI. Mungkin ada beberapa ibu yg membutuhkan waktu beberapa hari saja
untuk memproduksi ASI secara optimal. Tetapi bila sang ibu berhenti
menyusui untuk waktu yg cukup lama, maka biasanya perlu waktu antara 1-2
minggu agar produksi ASI kembali spt semula. Selain itu, usia anak juga
memperngaruhi. Misalkan, akan lebih mudah dan lebih cepat bagi tubuh untuk
menghasilkan ASI kembali, bila si kecil masih berumur < 2 bulan
dibandingkan bila si kecil sudah berumur > 6 bulan. Tapi bukannya mustahil
ya.

Proses terbentuknya ASI kembali

Bagaimana sih caranya si ibu ini bisa menghasilkan ASI padahal ia sudah
berhenti menyusui selama beberapa waktu ?
Memang ada teknik-teknik khusus untuk kembali membuat si organ produksi
ASI bekerja kembali. Tapi intinya ada 2 hal, yaitu dilakukan stimulasi
pada payudara & organ2 produksi ASI dg cara dipompa atau diperas. Kedua,
mengajarkan kembali sang anak bagaimana cara menyusu di payudara sang ibu.
Disini biasanya dibutuhkan alat tambahan spt Lactation-aid.

Berikut adalah tips-tips utk menjalankan relaktasi :

1.Siapkan mental & cari dukungan sebanyak2nya.
Relaktasi butuh waktu dan kesabran tinggi. Seringkali ibu merasa putus
asa. Karenanya ia butuh dukungan & bantuan dari orang2 terdekatnya (suami,
teman, keluarga).

2.Hubungi & konsultasi klinik laktasi.
Anda butuh arahan & support dari ahli laktasi. Utk melakukan relaktasi
butuh teknik2 khusus & treatment khusus dari ahli laktasi. Spt pemberian
obat2an tertentu utk membantu hormon produksi ASI (oksitosin) bekerja
baik.

3.Susuilah si kecil secara teratur dan sesering mungkin. Juga di sela2
masa menyusui, ibu disarankan utk melakukan pemijatan & pemerahan /
pemompaan pada payudara untuk membantu menstimulasi produksi ASI.

4.Di awal2 menyusui, mungkin anda membutuhkan lactation aid, yaitu alat
berupa kantung berisi ASI donasi atau susu formula yg digantungkan di
leher dan disambungkan ke selang halus yug ditempel di putting payudara
ibu. Sehingga ketika anak menyusu, ia melakukan 2 hal sekaligus :
mendapatkan nutrisi dari ASI donasi / susu formula & hisapan bayi akan
menstimulasi organ produksi ASI yg ada dibawah putting & areola.

5.Lakukan saat ibu & anak dalam keadaan relax. Jangan pernah memaksa anak
utk menyusu. Jika ia menolak atau kelelahan dsb tentu akan mengganggu
proses jalannya relaktasi. Tunda hingga kondisinya nyaman utk semua. Jika
terus dipaksakan bisa2 anak jadi trauma dan ibu jadi frustasi.

6.Sering juga lakukan skin-to-skin contact dg merebahkan anak di dada sang
ibu saat ia sedang tidak menyusu. Dan ini sgt dianjurkan pada bayi.

7.Tingkatkan konsumsi makanan yg sehat & bergizi, agar produksi ASI optimal.

Memang masalah relaktasi ini terdengar awam bagi kebanyakan org dan
masyarakat kita. Tapi informasi yg perlu diketahui oleh para ortu adalah
relaktasi itu dapat & sangat mungkin dilakukan.

Referensi :

Relactation: The Chance To Change Course by Susan Sempele
(http://breastfeed.com/resources/articles/relactation.htm)

Relactation: One Alternative to Untimely Weaning by JANICE NAU, LPN;
Reprinted from: KEEPING ABREAST JOURNAL. 2(3): 203-207, July-September
1977 (http://www.lact-aid.com/ )

WHO : RELACTATION - A review of experience and recommendations for
practice (http://www.who.int)





================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke