*M**emang betul, mendengkur lebih banyak diderita kaum laki-laki daripada
perempuan. Namun, sebuah studi yang dilakukan di Amerika, seperti ditulis
American Journal of Cardiology, menemukan sebanyak 33 persen wanita yang
memiliki kebiasaan mendengkur mengidap penyakit stroke dan jantung. Risiko
itu akan semakin tinggi bagi wanita yang tengah mengandung, yaitu mengganggu
kesehatan si jabang bayi dan menyebabkan meningkatnya tekanan darah. Mengapa
bisa seperti itu? *

   *BEBERAPA PENYEBAB*

* Penyempitan aliran bebas pada udara pernapasan di kala tidur. Udara ini
melewati bagian belakang mulut dan hidung, lalu pangkal lidah, langit-langit
lunak dan anak lidah. Saat penyempitan terjadi, muncullah getaran di daerah
itu yang terdengar sebagai dengkuran. Bunyinya bisa lembut, bisa juga keras.

* Tonus otot lidah dan otot tenggorokan melemah. Hal ini terjadi kala usia
seseorang sudah lanjut ataupun tidur terlalu lelap di bawah pengaruh obat
penenang, obat tidur, antihistamin, minuman beralkohol, dan kelelahan.

* Ada benjolan di tenggorokan. Antara lain karena kegemukan, tumor, dan
kista.

* Langit-langit lunak dan anak lidah yang terlalu panjang.

* Posisi tidur telentang yang menyebabkan pangkal lidah jatuh ke belakang.

*DAMPAK MENDENGKUR*

Mendengkur yang berat dan dalam jangka panjang dapat menimbulkan problem
kesehatan serius, yaitu:

1. Sumbatan napas sewaktu tidur

Hal ini terjadi bila dengkuran yang keras sering diselingi terhentinya napas
akibat hambatan di saluran napas. Sumbatan serius dapat terjadi jika
dengkuran berlangsung lebih dari 10 detik dan frekuensinya lebih dari 7 kali
per jam.

2. Mengantuk sepanjang hari

Walau merupakan akibat jangka pendek, mengantuk dapat mengganggu kinerja
sehari-hari. Sedangkan dampak jangka panjangnya adalah tekanan darah tinggi
dan pembesaran jantung akibat istirahat yang tak pernah maksimal.

*PENANGANAN *

1. Konsultasikan pada dokter spesialis THT.

Gunanya untuk menentukan penyebab serta berat ringannya dengkuran. Dengkuran
berat mungkinmemerlukan tindakan operasi.

2. Bila tergolong ringan beberapa hal berikut dapat membantu memperbaikinya.

* Olahraga teratur untuk membentuk tonus otot yang baik.

* Menurunkan berat badan bagi yang kegemukan. Kelebihan berat badan, meski
hanya 20 persen dari berat ideal tubuh dapat menyebabkan tidur mendengkur.

* Hindari minum obat penenang, obat tidur, dan antihistamin menjelang waktu
tidur.

* Hindari rokok yang dapat menyebabkan selaput lendir membengkak dan
mengakibatkan lintas udara di tenggorokan menjadi sempit.

* Hindari minuman beralkohol minimal 4 jam sebelum tidur.

* Hindari tidur dengan posisi telentang. Sebaiknya tidurlah dengan posisi
miring atau badan menyamping.

* Tidurlah dengan posisi kepala agak tinggi.

* Hindari kelelahan.

* Bersihkan rumah dari debu dan tungau yang dapat menyebabkan alergi atau
peradangan pada tenggorokan.

*Konsultan Ahli: dr. Djoko Srijono Sp.THT dari RSIA Hermina Jatinegara,
Jakarta*

--
Have you visited my blog today?
http://andriesalima.multiply.com

Kirim email ke