Hehe... jangan salah lo mbak, FTM gak berarti gak update ilmu. Saya punya
tetangga, ftm, anaknya 2 cowok, dua2nya dia bisa kasih asi eksklusif,
imunisasi lengkap bahkan mmr yang kontroversi itu, makanannya gak pernah
kasih instan, selalu bikin sendiri yang pastinya bergizi, kalo sakit home
treatment dst. Darimana dia dapat pengetahuan itu? dari buku2 yang selalu
dia baca kalo kebetulan jalan2 ke toko buku.
Di lain pihak, banyak juga teman sekantor saya yang notabene berpendidikan
tinggi dan lebih mudah mengakses informasi malah sebaliknya, masih
menganggap apapun sakitnya harus ke dsa, imunisasi paling yang diwajibkan
pemerintah, no mmr no hib, nggak kepikiran ngasih asi eksklusif, merah di
kantor? belum pernah ada (hehe.. termasuk saya, tapi utk anak kedua nanti
Insya Allah...). Saya coba share dengan mereka dengan memforwardkan artikel2
kesehatan dari milis ini dan milis sehat. Hasilnya? ah masa demam kok
dibiarin sampe 3 hari..., kok tega ngebiarin anak batuk pilek gak ke
dokter..., buat apa imunisasi hib/mmr kan masih perdebatan, ntar anak kita
cuma jadi bahan percobaan.... dst, dst...

rgds,


-----Original Message-----
From: Devi Wijayanti [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Thursday, September 22, 2005 9:31 AM
To: [email protected]
Subject: [balita-anda] Bagaimana menjelaskan kepada Mereka???


 
Dear All, 
Selama saya mengikuti milis BA ini, banyak sekali masukan yg saya dapat
terutama masalah Balita dan Kesehatan. dan sering saya terapkan pada Anak
saya. 
cuma kan temen2 saya nggak memang jadi FTM, nggak pernah dpt info spt yg
saya dapat dari BA. mereka lebih sering konsultasi/membawa anak mereka ke
DSA walo sebenernya kita bisa tangani dulu di rumah. 
 
sering saya memberi masukan pada mereka, ttg apa yg saya dapat dari BA. tp
sepertinya susah sekali diterima oleh beberapa dari mereka, misalnya ttg AB.
anak teman saya kena batuk dan pilek Ringan, trus dokter memberi resep AB.
saya ngasih masukan pada temen agar AB jangan di berikan karena tidak akan
menyembuhkan batuk pilek. Tapi mereka lebih percaya Dokter dari pada omongan
saya. Thats fine sich... sebenernya saya kasihan sama Anaknya bila di beri
AB secara berlebih, tapi karena si Ibu lebih mendengarkan kata DSA ya udah
sutralah....
 
Trus pernah jg, Dimas minta nenen didepan temanku ini ... anak kita usianya
sama 18 Bln, temenku ini bilang dia akan stop ASI untuk anaknya karena kata
DSA kandungan gizi ASI setelah anak usia 12 bulan akan berkurang terus, dan
tidak akan bermanfaat lagi apalagi untuk anak yg usia 18 bln. aku langsung
protes denger dia ngomong itu, trus aku bilang setahuku ASI itu bagus sekali
untuk otak dan kekebalan tubuh bayi, aku jelasin ke dia bla..bla..bla...
sesuai apa yg aku baca di milis BA ini... eh jawab nya... "Ya nggak tau
ya... ini kan Dokter yg bilang ama aku,... kita kan nggak pernah belajar
ilmu kedokteran. jadi aku lebih percaya ama Dokter daripada Internet. 
Aduuhhh gemes banget sich aku ama temen ini.... dia ini saklek banget dg apa
yg dikatakan DSA... mungkin kalo DSA ngasih bodrek ama anaknya mungkin dia
bakal ngasih juga....
 
Ada yg bisa bantu nggak, gimana ngejelasin ke dia... biar dia nggak memakan
mentah omongan DSA yg belum tentu semuanya bener, walo memang dia belajar
ilmu kedokteran
 
salam
Bundanya Dimas 


_____________________________________________________________________
IMPORTANT - This email and any attachments may be confidential and
privileged.  If received in error, please contact Thiess and delete all
copies.  You may not rely on advice and documents received by email unless
confirmed by a signed Thiess letter.  This restriction on reliance will not
apply to the extent that the above email communication is between parties to
a contract and is authorised under that contract.  Before opening or using
attachments, check them for viruses and defects.  Thiess' liability is
limited to resupplying any affected attachments.


================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke