Thanks Mama Gabby,

Jadi gini ceritanya, mungkin parents masih inget ceritaku beberapa bulan
yg lalu tentang bayi (ponakan temenku) yang kejang lalu koma dan
akhirnya meninggal.
Dokter mendiagnosa si baby terkena virus (radang otak ensipalistis).
Ternyata hasil tes darah, tidak ditemukan virus. So diagnosa pertama
gugur.
Katanya baby tersebut terkena dampak pre-eklamsia.
Is that true??? Kayaknya waktu itu aku pernah baca, bayi yg lahir dari
ibu pre eklamsia baik-baik aja kok.
Aku heran dengan diagnosa dokternya. Atau temenku yang salah nangkep ya?
Terus, ibu si baby disarankan tidak hamil sampe 2 tahun. Betulkah???
Mohon sharingnya, Mama Gaby dan parents yang lain...

Thanks and Regards,
Linda Mamah Arvin.

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Monday, May 09, 2005 10:07 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [balita-anda] Tanya : dampak Preeklamsia pada baby
Importance: High






Mba' Linda,
Kata dsog-ku ga papa kok ... cuman untuk kehamilan yg kedua harus extra
hati2 dan dipantau terus oleh dokter, dr awal sebisa mungkin diet rendah
garam.

Devi, mama Gabby


|-----------------------------------------------------------------------
---|
|                          PREEKLAMSIA-EKLAMSIA:
|
|                      KETIKA BAYI "MERACUNI" IBUNYA
|
|
|
|
|
|    Tekanan darah yang tiba-tiba naik pada usia kehamilan 20 minggu
bisa  |
|    jadi petunjuk awal adanya preeklamsia-eklamsia. Kalau tidak cepat
|
|           ditangani bisa membahayakan jiwa sang ibu dan bayi.
|
|
|
|
|
|Alangkah bahagianya Henny saat mendapat kepastian hasil tes urinenya
|
|positif. Berarti ia bakal punya momongan. Bulan demi bulan kehamilannya
|
|tampak normal sampai pada minggu ke-20 atau sekitar 5 bulan, tiba-tiba
ia |
|merasa sering pusing. Tekanan darahnya yang biasanya cuma sekitar
110-80  |
|mendadak naik menjadi 140-100. Ketika hasil pemeriksaan laboratorium
|
|menyatakan air seninya mengandung protein (proteinuria), Henny
dipastikan |
|terkena preeklamsia.
|
|
|
|
|
|Kelainan yang disebut juga Pregnancy Induced Hipertention(PIH) atau
|
|kehamilan yang menginduksi tekanan darah ini menurut dr. Boyke Dian
|
|Nugraha DSOG, hampir selalu terjadi pada kehamilan anak pertama. Di
|
|Inggris, katanya, preeklamsia menimpa sekitar 10-15% pada kehamilan
anak  |
|pertama.
|
|
|
|
|
|Menurut pengamatan para ahli, preeklamsia yang juga dikenal dengan
sebutan|
|kehamilan dengan pembengkakan - proteinuria - tekanan darah tinggi ini,
|
|lebih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Asia, di mana
|
|kebanyakan penduduknya mengkonsumsi nasi. Apa hubungan penyakit ini
dengan|
|nasi tetap belum jelas benar. Ada dugaan lantaran titik beratnya pada
|
|nasi, maka ibu jadi kurang memperhatikan zat gizi lain, misalnya susu,
|
|telur, ikan, daging, sayur, buah-buahan, dll.
|
|
|
|
|
|Awas kejang
|
|
|
|
|
|Sejauh ini penyebab pasti terjadinya preeklamsia-eklamsia masih gelap,
|
|tapi diperkirakan pemicunya akibat pengeluaran hormon prostaglandin
yang  |
|memunculkan efek "perlawanan" pada tubuh. Pembuluh-pembuluh darah jadi
|
|menciut, terutama pembuluh darah kecil, akibatnya tekanan darah
meningkat.|
|Organ-organ pun akan kekurangan zat asam. Pada keadaan yang lebih
parah,  |
|bisa terjadi penimbunan zat pembeku darah yang ikut menyumbat pembuluh
|
|darah pada jaringan-jaringan vital.
|
|
|
|
|
|Menurut Boyke, penyakit ini bisa dibedakan dalam tiga tingkatan
tergantung|
|berat-ringannya. Pada kasus ringan, tekanan darah cenderung naik tapi
|
|masih di bawah 140-100. Gejala protein urea juga mulai muncul. Pada
|
|tingkat sedang, mulai timbul pusing, tekanan sudah lebih dari 140-100.
|
|Lalu ada pembengkakan khususnya pada wajah, kaki, dan jari-jari tangan.
|
|Pada tingkat yang berat, pembengkakan semakin jelas, rasa pusing juga
|
|makin nyata khususnya rasa nyeri pada pinggir dahi, dan tekanan darah
|
|lebih dari 160-100. Kadangkala dibarengi gangguan penglihatan (kabur)
dan |
|kencing semakin sulit karena terjadi gangguan pada ginjal. Ada pula
yang  |
|disertai mual dan muntah-muntah.
|
|
|
|
|
|Kondisi gawat terjadi bila timbul kejang atau bahkan pingsan yang
berarti |
|sudah terjadi gangguan di otak. Pada tahap ini bisa dikatakan penyakit
|
|berada pada tahap eklamsia. Pada kasus yang sudah lanjut sang ibu pada
|
|awalnya mengalami kejang selama 30 detik, lalu meningkat selama 2
menit,  |
|sebelum akhirnya pingsan selama 10 - 30 menit. Kewaspadaan perlu
|
|ditingkatkan, karena bila penderita koma berkepanjangan bisa timbul
|
|komplikasi berat. Seperti gagal jantung, gagal ginjal, terganggunya
fungsi|
|paru-paru, dan tersendatnya metabolisme tubuh.
|
|
|
|
|
|Kejadian janin "meracuni" si ibu ini memang bisa membahayakan jiwa sang
|
|ibu sekaligus bayinya, seperti yang pernah dialami Ibu Ani sekitar 10
|
|tahun lalu. Saat itu memasuki kehamilan bulan kesembilan kondisi Ani
|
|semakin parah. Tekanan darahnya tinggi. Ia mengalami pembengkakan hebat
|
|dan pusing serta sulit buang air kecil. Akhirnya ia dibawa ke rumah
sakit |
|dalam keadaan setengah pingsan. Sayang, jiwa sang bayi tidak tertolong,
|
|malah keadaannya dirinyapun sempat mengkhawatirkan. Pada kehamilan
kedua, |
|untung Ani tidak mengalami gangguan sama.
|
|
|
|
|
|Dokter Boyke yang sering menangani penderita eklamsia ini juga tak
habis  |
|pikir bagaimana bisa bayi yang notabene darahnya sendiri dianggap
"musuh" |
|oleh tubuh sang ibu. "Makanya bayi eklamsia itu sebenarnya menderita,
maka|
|biasanya beratnya kurang." Oleh karena itu dokter yang juga menjabat
|
|kepala diklat RS Kanker Dharmais ini menyarankan agar para ibu hamil
yang |
|menderita preeklamsia-eklamsia mengkonsumsi makanan bergizi.
|
|
|
|
|
|Anehnya segera setelah bayi dikeluarkan, dalam beberapa saat tekanan
darah|
|ibu langsung turun. Ini sekali lagi menegaskan kalau bayi eklamsia
memang |
|dianggap "musuh" oleh si ibu. Boyke menegaskan sebagian besar kasus
|
|preeklamsia-eklamsia cuma dijumpai pada kehamilan pertama. Tapi dalam
|
|kondisi khusus bisa muncul lagi pada kehamilan kedua. Misalnya saja
bila  |
|penderita hamil lagi dengan pasangan lain. Atau pernah mengalami hamil
|
|anggur, kehamilan kembar, atau punya riwayat eklamsia berat, misalnya
|
|sampai kejang-kejang. Kelainan ini bukanlah faktor keturunan, tapi
|
|semata-mata bakat alami seseorang semata.
|
|
|
|
|
|Kapan ke rumah sakit?
|
|
|
|
|
|Menurut dokter yang sering muncul di layar TV ini penderita pada tahap
|
|preeklamsia sedang hendaknya mau dirawat di rumah sakit untuk
memudahkan  |
|pemantauan kondisi ibu dan janin. Pemantauan meliputi fungsi ginjal
lewat |
|protein urinenya dan juga fungsi hati. Menu makanan sehari-hari pun
perlu |
|diperhatikan. Yang pasti konsumsi garam harus dikurangi, sedangkan
|
|buah-buahan dan sayuran diperbanyak.
|
|
|
|
|
|Perhatian pada pertumbuhan janin juga tidak kalah penting karena pada
ibu |
|preeklamsia-eklamsia pertumbuhan janin terhambat, akibat makanan yang
|
|diterima kurang (akibat "penolakan" oleh tubuh ibu itu).
|
|
|
|
|
|Guna menurunkan tekanan darah, bisa diberikan magnesium sulfat lewat
|
|infus. "Kadang pasien diminta minum aspilet atau Omega-3 dengan harapan
|
|tidak terjadi pembekuan darah," tambah Boyke.
|
|
|
|
|
|Dalam kehamilan biasa bayi akan lahir sendiri atau melalui operasi
caesar |
|setelah cukup bulan. Demikian pula pada kasus preeklamsia-eklamsia.
Bayi  |
|diusahakan dikeluarkan pada usia kehamilan setua mungkin. Namun bila
|
|kondisi ibu semakin buruk, dalam arti gejala eklamsia semakin nyata,
mau  |
|tidak mau dokter harus mengeluarkan bayi berapa pun usianya. "Tujuan
utama|
|menyelamatkan jiwa sang ibu, baru bayinya. Apa boleh buat kalau sang
bayi |
|tidak bisa diselamatkan," ujar dr. Boyke, yang memang sering menangani
|
|kasus serupa. Pada situasi normal tindakan operasi untuk mengeluarkan
bayi|
|preeklamsia-eklamsia baru dilakukan bila tekanan darah ibu sudah turun.
|
|
|
|
|
|Dokter yang laris sebagai pembicara seminar ini pernah memberi
pertolongan|
|pada seorang ibu yang mendadak koma karena ternyata mendapat gangguan
|
|eklamsia yang tidak terdeteksi (tekanan darahnya tidak tinggi dan tidak
|
|terjadi pembengkakan). Ibu ini dibedah caesar dalam keadaan koma
sehingga |
|tidak dibutuhkan pembiusan. "Begitu bayi berhasil diangkat dengan
selamat,|
|sang ibu siuman." Kasus preeklamsia-eklamsia tanpa tekanan darah tinggi
|
|seperti itu menurut Boyke merupakan kasus langka.
|
|
|
|
|
|Mempersiapkan kehamilan
|
|
|
|
|
|Kelainan preeklamsia-eklamsia berbeda dengan kehamilan dengan
hipertensi. |
|Bedanya, kalau pada preeklamsia-eklamsia tekanan darah yang tadinya
normal|
|tiba-tiba naik ketika kehamilan masuk minggu ke-20. Sementara penderita
|
|hipertensi yang hamil tekanan darahnya tinggi sejak awal. Menurut
Boyke,  |
|bisa saja penderita hipertensi juga menderita preeklamsia. Biasanya
pada  |
|kehamilan 20 minggu tekanan darahnya sudah mencapai 160-100. Tak
tertutup |
|kemungkinan penderita tekanan darah rendah juga bisa terkena
preeklamsia. |
|
|
|
|
|Oleh karena itu Boyke menandaskan, pada kehamilan pertama setiap ibu
harus|
|waspada. Soalnya rahim yang untuk pertama kalinya menerima hasil
|
|pembuahan, seringkali menimbulkan serangkaian reaksi dan perubahan yang
|
|kurang wajar. Ia menyarankan kehamilan dipersiapkan sebaik-baiknya
secara |
|fisik dan mental. Suami juga perlu dilibatkan sehingga secara kejiwaan
ibu|
|dan bayi merasa "aman".
|
|
|
|
|
|Karena kematian pada ibu melahirkan sebagian besar disebabkan oleh
|
|perdarahan atau preeklamsia-eklamsia yang terlambat ditangani, maka
|
|pemeriksaan kehamilan secara teratur mutlak dilakukan. Apalagi
kehamilan  |
|dengan gangguan preeklamsia-eklamsia tidak memandang usia ataupun
tingkat |
|sosial-ekonomi tertentu. Sebab itu Boyke berharap para dokter yang
|
|menangani puskesmas di daerah-daerah terpencil cepat waspada dengan
|
|tanda-tanda kehamilan preeklamsia-eklamsia. Bila perlu segera rujuk ke
|
|rumah sakit.
|
|Kepada penderita yang dirawat di rumah disarankan menu makanan diatur
|
|sebaik-baiknya, banyak istirahat, menghindari stres, dan mengukur
tekanan |
|darah secara teratur. Kalau perlu, tersedia alat pengukur tekanan darah
|
|yang setiap saat dapat dipakai. Bila suatu saat berat badan penderita
|
|tiba-tiba naik drastis diikuti bengkak pada kaki, muka dan jari tangan,
|
|apalagi disertai rasa nyeri/pusing pada dahi, segeralah kembali ke
dokter.|
|Taatilah semua nasihat dokter yang menangani agar terhindar dari bahaya
|
|yang tidak diinginkan. Kewaspadaan pada setiap kehamilan merupakan
kunci  |
|keselamatan bayi dan ibu.(Nanny Selamihardja/G. Sujayanto).
|
|-----------------------------------------------------------------------
---|


DISCLAIMER :

The information contained in this communication (including any
attachments) is priveleged and confidential, and may be legally exempt
from disclosure under applicable law. It is intended only for the
specific purpose of being used by the individual or entity to whom it is
addressed. If you are not the addressee indicated in this message (or
are responsible for delivery of the message to such person), you must
not disclose, disseminate, distribute, deliver, copy, circulate, rely on
or use any of the information contained in this transmission.

We apologize if you have received this communication in error; kindly
inform the sender accordingly. Please also ensure that this original
message and any record of it is permanently deleted from your computer
system. We do not give or endorse any opinions, conclusions and other
information in this message that do not relate to our official business.



AYO GALANG SOLIDARITAS UNTUK MEMBANTU KORBAN MUSIBAH DI ACEH & DAN
SUMATERA UTARA !!!
================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke:
[EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]



<-----------------------------------------------------------------------
---->


AYO GALANG SOLIDARITAS UNTUK MEMBANTU KORBAN MUSIBAH DI ACEH & DAN SUMATERA 
UTARA !!!
================
Kirim bunga, http://www.indokado.com
Info balita: http://www.balita-anda.com
Stop berlangganan/unsubscribe dari milis ini, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]
Peraturan milis, email ke: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke