Pls do not send me any more emails. I did not ever subscribe to anything.
Alif Yusrina <[EMAIL PROTECTED]> on 27/02/2004 10:33:45 AM Please respond to [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] cc: Subject: [balita-anda] kesimpulan baca tulis TK Dear all, Sebelumnya mohon maaf nih karena baru sekarang bisa buat kesimpulannya, karena kesibukan rutin nih ...(ngantor & ngurus anak ...) yg nggak bisa ditinggalin. Berikut kesimpulannya : Papa Hafidh, Insya Allah pesan Bapak " ... udah bisa baca dan tulis huruf dan angka, itu keilmuan yang saya yakini tidak akan mudah ilang, seperti halnya kebiasaan naik sepeda dan berenang ... " bisa saya jadikan modal saya untuk mengajarkan anak-anak saya yg lainnya. Mama Haydar, anak-anak saya dari bayi sudah saya kenalkan dengan buku, Bu ... baik dari kertas maupun dari kain. Mereka suka sekali kalau dibacakan bukunya sambil menyusui atau menjelang tidur. Dan dikamarnya ditempelin poster binatang, angka & huruf. Mainan & lagu-lagunya kita siapkan yg ada unsur warna, angka dan huruf. Begitu dia sudah bisa duduk (9 bln), kita siapkan pensil warna (kalo krayon digigit-gigit, sih ...) dan kita biarkan dia corat coret di buku-bukunya bahkan tembok kamarnya jadi ajang melukis bebas (tapi nggak boleh merembet ke tembok lainnya ...). Kepada pengasuhnya, saya juga titipkan supaya diajarkan hal yg sama kalo kita sedang ngantor. Kalo jalan, mereka lebih suka ke TOBUK (istilah mereka utk 'toko buku' ...) dari pada ke toko mainan. Jadi kalo soal buku di keluarga kita wua ... h buuorrosss, deh .... Tapi gpp deh demi anak ..... Begitu di sekolahnya sudah diajarkan mengenal huruf & menulis, ajarkan lebih serius lagi tapi tetap sambil main, misalnya untuk meminta tolong, kita lakukan dengan mengeja (ada yg bilang sebenarnya hal ini kurang efektif ...). Contohnya : minum ----> m-i, mi ... n-u, nu... m = minum. Kegiatan itu kita lakukan sambil mengambil mainannya yg berbentuk huruf atau menuliskan di bukunya. Belakangan ini, Berryl sedang membuat buku cerita mini dari majalah kegiatannya yg sudah usang & setiap mau tidur, saya latih dia untuk membacakan ke adik-adiknya bergantian bacanya dengan saya / bapaknya. Bundanya Adib, makasih banget dibantu langsung ke pakarnya. Saya pribadi sih nggak keberatan bahkan sangat-sangat terbantu sekali, supaya nggak salah langkah dalam mengasuh anak-anak. Maklum, masih sangat baru sekali sih dengan pengalaman seperti ini. Mbak Wita, makasih juga atas saran-sarannya. Gerakan motorik halusnya baik penilaian dari saya sendiri maupun guru sekolahnya, hasilnya lumayan bahkan dia suka sekali membentuk dari lilin dan menghasilkan hampir mirip dengan bentuk juga dia suka menceritakan kembali hasil ciptaannya itu. Mengenai konsentrasi, ini yg masih saya bingungin. Kalo untuk urusan menggambar, berhitung dll (selain menulis, deh pokoknya) dia bisa mengerjakan lebih dari 2 lembar (nggak pake ditunguin ...) dan hasilnya lumayan lah untuk seusia dia. Tapi ... kalo dia lagi pengen menulis (misalnya lagi kesel sama saya), dia bisa menulis 3 baris dengan tulisan yg agak rapih. But, anyway akan lebih saya perhatikan kembali tentang hal ini. Ok, Mom & Dad semua terima kasih yg sebesar-besarnya untuk saran-sarannya ya. N ' jangan bosen-bosen ya kalo lain kali saya mau curhat lagi. Kesimpulannya, sebagai orang tua kita dituntut untuk membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran serta memperhatikan kembali masalah motorik halus serta konsentrasinya dan jangan pernah memaksa anak untuk melakukan suatu kegiatan n' .... nggak perlu stress ..... Yg udah nggak stres lagi, Ibunda Berryl, Dhillah & Rio --------------------------------- Do you Yahoo!? Get better spam protection with Yahoo! Mail --------------------------------------------------------------------- >> Kirim bunga, buket balon atau cake, klik,http://www.indokado.com/ >> Info balita, http://www.balita-anda.com >> Stop berlangganan, e-mail ke: [EMAIL PROTECTED]

