Kenapa ya nenek dan kakek selalu begitu...
Besok aku kalau jadi nenek apa begitu ya...hehe
Fei juga terlalu di manja banget sama kakek neneknya.
Aku jadi kurang bebas mendidik dan mendisiplinkan Fei.
Contohnya aja...kalau ada kakeknya, Fei ga mau bobo, nangis disuruh 
bobo...dan kakeknya dengan senang hati ngajak main terus, katanya belum 
ngantuk.
Walaupun baru umur 15 bulan, kayanya dia udah paham, mana yang slalu 
nurutin maunya, mana yang suka ngelarang.
Aku khawatir Fei tumbuh jadi anak manja,keras kepala, ga mandiri....... :(
Maaf jadi ikutan curhat....



"Endang Sundari" <[email protected]> 
04/24/2012 10:00 AM
Please respond to
[email protected]


To
<[email protected]>
cc

Subject
RE: [balita-anda] Orang Tua Bukan Pelayan Anak






Nah kejadian yg sering saya alami.

saya jg sering ngomong ke ale (5y) baju kotor masukin ketempatnya, abis
makan/minum taruh di tpt cuci piring dll.

Kelihatan sepele namun penting buat melatih tanggung jawab & kemandirian
anak.

Tpi yaitunenek na selalu ada untuk membantu & membela. 
Sampe-2 si ale ngomong gini, bunda bisanya nyuruh-2 ale aja. Saya jelasin
aja klo apa yg dia pake ato dia gunakan ya harus dia jg yg beresin.

 

Tapi ya itu kendalanya kembali ke sinenek yg ngeladenin dya trus. Klo
bundanya dirumah baru dech pada nurut.

 

Rgrds,

Endang Sundari (Bunda Ale & Syifa)-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: 24 April 2012 9:02
To: [email protected]
Subject: Re: [balita-anda] Orang Tua Bukan Pelayan Anak

 

Hahahahaaa...

 

Kejadian nih sm Denis (2Y10M), minggu malam dia kluarin smua buku2 
bacaannya
& buku2 gambarnya dikamar, kamar berantakan habis..

 

Karena udah malem aku minta Denis untuk beresin sendiri smuanya, dia ga 
mau,
aku tetep ngotot dia harus beresin buku2nya sendiri, lalu aku tinggal 
nonton
bola :D

 

Dasar bocah dia cari pengaduan, tiba2 dia bilang "mamih, kaka mau telepon
mamah uti (neneknya)" sambil setengah nangis. Aku kasih teleponnya, dan
nangis lah dia ngadu sama neneknya "mamah kaka ga mau beresin buku".

Mamah ku kaget & malah mendukung Denis, alesannya kasian Denis masih 
kecil.

 

Tapi aku jelasin bahwa pelan2 mesti belajar tanggung jawab, walaupun Denis
cuma beresin sekedarnya yang penting dia tahu kalau habis main smua harus
dikembaliin ketempatnya.

 

Setelah telepon neneknya kayanya Denis plong gitu udah curahat, dan dia
langsung bilang "mamih kaka mau beresin buku" ;)

 

Dan aku cukup liatin aja dia masuk2in buku2nya ke laci, walaupun ga rapih
juga yang penting Denis udah belajar.

 

 

Regards,

Agita

 

 

Powered by Telkomsel BlackBerryR

 

-----Original Message-----

From: Maya Siswadi <[email protected]>

Date: Tue, 24 Apr 2012 08:50:03 

To: ayahbunda online<[email protected]>; majalah
parentsguide<[email protected]>; parenting
indonesia<[email protected]>;
[email protected]<[email protected]>; 
hypno
birthing<[email protected]>; asi
forbaby<[email protected]>; Hanya
wanita<[email protected]>; femina
friends<[email protected]>; balita
anda<[email protected]>

Reply-To: [email protected]

Subject: [balita-anda] Orang Tua Bukan Pelayan Anak

 

Mau share ya teman-teman 

tulisan lengkap sila baca di 

http://bunda2f.multiply.com/journal/item/460/Orang_tua_bukan_pelayan_anak?re

plies_read=22

 

 

Orang Tua bukan Pelayan Anak

 

Tugas orang tua tidak hanya memberikan kebahagiaan dan pendidikan yang
terbaik untuk anak-anaknya, tapi juga menjadi fasilitas belajar bagi
anak-anaknya. Menjadi orang tua bukan berarti menjadi pelayan bagi anak,
tapi lebih sebagai pendidik.

 

Secara kata-kata keknya simpel ya, secara udah klise diucapkan banyak 
orang.
Tapi secara praktek, sudah seberapa banyak-kah diantara kita yang sudah
menerapkannya dengan baik?

 

Naaahh, coba diingat-ingat, apakah kita sudah menjadi agen pembelajar bagi
anak2 atau lebih suka menjadi pelayan mereka?

 

Berapa banyak diantara kita yang lebih suka memakaikan kaos kaki, sepatu,
baju ketika akan berangkat agar urusan cepat selesai dan cepat berangkat?

 

Berapa banyak diantara kita yang lebih suka menyuapi anak agar makannya
cepat selesai, tidak diemut, tidak belepotan dan berantakan dimana-mana?

 

Berapa banyak diantara kita yang lebih suka membantu menyiapkan tugas dan
buku-buku untuk di bawa ke sekolah esok hari?

 

Daan banyaaaak sekali contoh-contoh lainnya

 

Memang sih keliatannya sepele, apa salahnya sih "melayani" anak, secara
naluri orang tua memang selalu ingin "melayani" anak dengan 
sebaik-baiknya,
memberikan sebanyak mungkin pada mereka, ya kan?

 

Tapi ingat, anak juga perlu life skill, ketrampilan hidup. Ketrampilan 
yang
mereka butuhkan ketika kita sebagai orang tuanya tidak selalu ada di
sampingnya ketika dibutuhkan.

 

Bagaimana mereka bisa belajar kalau "kesempatannya" tidak pernah 
diberikan?

 

Banyak yang merasa sudah menjadi orang tua yang baik ketika "melayani"
anaknya, sebaliknya kalau tak dilayani, dianggap "tidak mengurusi" anak.

 

Padahal, justru dengan memberikan anak terlalu banyak "pelayanan", malah
memberikan mereka sedikit sekali kesempatan untuk mengembangkan
kemampuannya, sebaliknya, dengan memberikan banyak kesempatan untuk "tak
dilayani", memberikan mereka banyak kesempatan untuk belajar

 

"bun, pakein sepatu donk"

"ga ah, pake aja sendiri" *emak males*

"tapi Ferdi ga bisa nih yg pake tali gini"

"nih, caranya gini" *emak menunjukkan caranya*

"aaahh tapi susah bun, bunda aja deh"

"gapapa, Ferdi coba aja terus" "emaknya asli malas, milih balik ke dapur"

"susah buun"

"yg ini ke sini, yg itu kesana" *menunjukkan lagi caranya*

"bunda aja deh" *anak hampir nyerah*

"kalo bunda yg pasangin, Ferdi kapan bisanya? bunda doank donk yang bisa"

"iya, tapi kan lama, udah mo masuk"

"ya gapapa, bunda tungguin sampe Ferdi bisa!"' 

*emak duduk dan menonton anaknya yg ribet dg sepatunya)

 

Maaf ya jika ada yang tidak berkenan dengan postingan ini

 

Maya Siswadi - Bunda 3F

YM & FB : [email protected]

Skype & Twitter : @bunda3f

081283781722 / 021-95645181

 

PIN 30BC1BCA

 

Blognya Bunda & 3F

Baju Menyusui Studio 3F


Kirim email ke