Thank you ya
Sent from my iPhone On Nov 5, 2011, at 9:44, "Muslifa.Aseani" <[email protected]> wrote: > REPOST: > ------------ > Sylvia Radjawane > <[email protected]> Thu, Jun 16, 2011 at 11:21 AM > Reply-To: [email protected] > To: [email protected] > Reply | Reply to all | Forward | Print | Delete | Show original > hi BA ers, > > Yap, seperti yang di-shared mbak Chika, sekarang ada namanya Jampersal, > program dari Pemerintah. > > Sekadar sharing :) > Kebetulan salah satu asisten RT yang 'pulang hari' di rumah saya, sejak > tahun lalu hamil anak ke-2. Karena dia memang 'bertugas' di sore sampai > saya pulang kantor, ganti 'shift' dengan asisten 'pulang hari' lain di > session sebelumnya, dan memang job desk seputar menemani 2 anak saya yang > kecil bermain, sampai usia kandungan 6 bulanan masih rajin ke rumah untuk > bertugas :). Itu sebabnya saya cukup mengikuti perkembangan kehamilannya > minggu demi minggu. > > Selama itu, dia cukup rajin cek kehamilan di bidan terdekat. Eh, ternyata > masuk trimester ke-3 kehamilan, baru ketahuan kalau anaknya kembar :) Saya > mulai berpikir, indikasi seperti ini kemungkinan besar harus ends up di RS > untuk persalinan nanti. Browsing internet, dapat info tentang Jampersal > ini. Saya mulai briefing dia dan suaminya untuk persiapan menggunakan > program jaminan ini. As usual, mereka sempat 'apatis' dengan program ini, > merasa bahwa nantinya akan dipersulit atau tetap harus membayar mahal, > apalagi biaya RS. Tapi, saya pikir, program ini cukup reliable dan pasti > jauh lebih berguna bagi keluarga asisten saya, mengingat persalinan 2 anak > langsung tentu memakan biaya yang besar, bahkan pasca bersalin sekalipun. > > Saya tinggal di daerah Serpong, dari info hasil browsing, RS rujukan > terdekat adalah _RSU Tangerang_. Saat usia kandungan asisten RT saya sekitar > 34 mingguan, saya coba telepon RS tsb. untuk tahu lebih banyak info > Jampersal untuk kasus asisten RT saya, apalagi persalinan anak kembar kadang > harus lebih awal dari masa term-nya (yang artinya tinggal beberapa minggu > lagi). > > Berbicara dengan bagian pemasaran RS tsb. disambut dengan ramah dan > dijelaskan dengan komprehensif tentang program ini. Kurang lebih general > infonya: > * Program ini berlaku untuk setiap (calon) ibu yang memang tidak dicover > asuransi apa pun > * Persyaratan dokumen: KTP, KK dan Surat Rujukan dari bidan/puskemas/klinik > bersalin sebelumnya yang menyatakan bahwa kasus (calon) ibu yang akan > ditangani memang memerlukan treatment dan sarana lebih lengkap di RS Umum. > * KTP dan KK (calon) ibu untuk referensi bahwa RS yang dituju memang RS > rujukan di area tempat tinggal (calon) ibu tsb. > * Kelas Rawat Inap harus di kelas 3. > * Sama sekali tidak keluar biaya :) > > Ternyata memang seperti yang diperkirakan, 2 minggu kemudian saya dapat > kabar dari suaminya, kalau asisten RT saya sudah masuk ke RS. Proses > admission berlangsung lancar karena mereka sudah mempersiapkan semua dokumen > jauh hari. Kasus janin kembarnya membuat dia harus bersalin via caesar. > Sempat dimonitor 2 harian karena tekanan darah ibu dan kondisi janin perlu > dibuat stabil dahulu (ini pun sempat membuat keluarga pasien had a prejudice > kalau pasien ditelantarkan ;)). > > Untungnya, kondisi cepat membaik dan stabil, dan akhirnya kedua bayi kembar > lahir, ibu dan anak sehat dan cepat pulih. All are free of charge :) > Saya ikut happy karena informasi program ini at least membantu mereka yang > memang sangat memerlukannya. Bisa dibayangkan kalau mereka harus membayar > biaya paket persalinan & operasi tsb. atau malah mengambil keputusan untuk > bersalin dengan sarana atau SDM yang tidak cukup memadai. > > Anyaway, kemarin baca berita di harian _Kompas_, langsung prihatin dengan > kasus persalinan dan pasca persalinan yang sayangnya berujung tragis. Calon > ibu di daerah Cipondoh Tangerang mengalami komplikasi pasca bersalin dan > saat perawatan terpaksa dibawa pulang keluarganya dari RS di Tangerang. > Issuenya tetap sama, biaya yang membengkak dan tidak ada jaminan kesehatan > (ada dispute antara kedua pihak, keluarga pasien merasa punya kartu > 'Multiguna' tapi ditolak, pihak RS menyatakan tidak ada kartu yang diajukan > pasien while Jampersal tidak digunakan, dsb.) Belajar dari kasus ini, ada > Jampersal yang mungkin kendalanya ternyata adalah informasi yang tidak > sampai ke pihak yang membutuhkan, yang seharusnya tidak perlu sampai > menimbulkan korban nyawa ibu sekaligus seorang bayi baru lahir yang > motherless ... > > So, siapa tahu ada asisten RT/keluarganya atau orang lain yang memang > membutuhkan info ini, please feel free to spread this program info :) > This simple thing means a lot for their finance and even life ... > > cheers, > Sylvia - mum to Jovan, Rena, Aleta & Luigi > -------------------------------------------------------------------------------- > > -- > -BunSalâ„¢- > @Sea_set I @Memasak_Singkat > -- 088 1248 4276 -- www.pusatled.com -- > > -------------------------------------------------------------- > Yuk berkunjung ke Web Balita-Anda: bisa baca dongeng, download > lagu, print buku mewarnai, origami dan masih banyak lagi... > Balita-Anda Online: http://www.balita-anda.com > Peraturan Milis: [email protected] > Menghubungi Admin: [email protected] > Unsubscribe dari Milis: [email protected] > -------------------------------------------------------------- > Balita-Anda: Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat > dan Mendidik Balita > -------------------------------------------------------------- Yuk berkunjung ke Web Balita-Anda: bisa baca dongeng, download lagu, print buku mewarnai, origami dan masih banyak lagi... Balita-Anda Online: http://www.balita-anda.com Peraturan Milis: [email protected] Menghubungi Admin: [email protected] Unsubscribe dari Milis: [email protected] -------------------------------------------------------------- Balita-Anda: Panduan Orangtua yang Cerdas, Kreatif dan Inovatif dalam Merawat dan Mendidik Balita

