Bunda Zahra, papaku juga nggak seperti itu, mamaku juga. Tapi gpp mom, malah jadi pelajaran supaya (mudah2an) bisa jadi orangtua yang lebih baik buat anak2 kita.
Regards, Ditri Sent from my BlackBerry® smartphone from Sinyal Bagus XL, Nyambung Teruuusss...! -----Original Message----- From: "denas" <[email protected]> Date: Fri, 12 Aug 2011 10:05:56 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [balita-anda] [OOT] Cerita Sedih Tentang Cinta Ayah Papa ku ga seperti itu.... Aq sedih bacany karena ngebayangin seandainy saja papaku seperti itu pasti aq akan bangga sekali. Tp ya sudahlah, kdg hidup ga seindah cerita atau seperti yg qta bayangkan. Semoga kalian lebih beruntung drpd aq. Regards Bunda zahra Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: yesi <[email protected]> Date: Fri, 12 Aug 2011 15:49:12 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [balita-anda] [OOT] Cerita Sedih Tentang Cinta Ayah jadi kangen sama Bapak.. TFS 2011/8/12 Wahyu Prasetyo <[email protected]> > Cerita Sedih Tentang Cinta Ayah > > Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang > bekerja > diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, > yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya….. > > > Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. > > Lalu bagaimana dengan Papa? > > Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu > setiap > hari, > > tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk > menelponmu? > > Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu > bercerita atau berdongeng, > > tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa > selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau lakukan > seharian? > > Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil…… > Cerita Sedih Tentang Cinta > Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. > > Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di > sepedamu… > > Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda > bantunya” > , > > Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. > > Tapi sadarkah kamu? > > Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu > mengayuh > sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA. > > Cerita Ayah > > Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama > menatapmu iba. > > Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi > tidak sekarang” > > Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak > yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi? > > Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit > membentak dengan berkata : > > “Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. > > Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. > > Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu. > > Ketika kamu sudah beranjak remaja…. > > Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa > bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. > > Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? > > Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa > berharga.. > > Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting > pintu… > > Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah > Mama…. > > Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak > dalam batinnya, > > Bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS > menjagamu? > > Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke > rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia…. :’) > > Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di > ruang tamu.. > > Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu? > > Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan > untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. > > Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang > dengan hati yang sangat khawatir… > > Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut - larut… > > Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras > dan > Papa memarahimu.. . > > Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan > segera > datang? > > “Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa” > > Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter > atau Insinyur. > > Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata > hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… > > Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai > dengan keinginan Papa > Kisah Sedih > > Ketika kamu menjadi gadis dewasa…. > > Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain… > > Papa harus melepasmu di bandara. > > Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? > > Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk > berhati-hati. . > > Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat. > > Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan > menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”. > > Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi > dewasa. > > Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang > pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. > > Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama > dengan > teman-temannya yang lain. > > Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu > ia > tidak bisa memberikan yang kamu inginkan… > > Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” > > Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti > Papa > belikan untukmu”. > > Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya > tersenyum? > > Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. > > Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. > > Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang > tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang” > > Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada > Papa untuk mengambilmu darinya. > > Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin.. > > Karena Papa tahu….. > > Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti. > > Dan akhirnya…. > > Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki > yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. > > Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang > panggung sebentar, dan menangis? > > Papa menangis karena papa sangat berbahagia, kemudian Papa berdoa…. > > Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah > selesai dengan baik…. > > Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik…. > > Bahagiakanlah ia bersama suaminya…” > > Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang > sesekali datang untuk menjenguk… > > Dengan rambut yang telah dan semakin memutih…. > > Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya…. > > Papa telah menyelesaikan tugasnya…. > > Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita… > > Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat… > > Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis… > > Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu. . > > Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam > segala hal… > > Menangislah…. … >

