Ada tuh buku terbitan majalah ayahbunda, panduan menyusui, saya pernah
punya, tak kasihin orang sekarang, dah gak ada. Gambar bisa dilihat di
http://www.breastfeeding.com/helpme/helpme_images_twins.html

artikel ada di:
http://www.babycenter.com/0_breastfeeding-twins-or-multiples_8479.bc
http://breastfeedingtwins.tripod.com/MainPages/index.html

artikel bhs indonesia:
 Kunci Merawat Si Kembar Bergantian Jumat, 11 Mei 2007 - Dikirim oleh kj
Kategori : 
Kesehatan<http://www.balita-anda.indoglobal.com/balita_332_Kunci_Merawat_Si_Kembar_Bergantian.html?aksi=list&kateg=42>

 Kebahagiaan punya bayi kembar sebanding dengan repotnya. Kesiapan ayah-ibu
harus serba dobel, baik mental maupun fisik. Tetapi ada, kok, kiat-kiat agar
semuanya lancar... Ayah-ibu - bahkan seluruh anggota ke-luarga - mungkin
sudah maphum akan bakal kehadiran Si Kembar.

Tetapi pada saatnya, dijamin semua tetap double surprised. Ujung-ujungnya,
banyak ayah-ibu khawatir tak bisa merawat Si Kembar dengan baik. Ini normal,
kok, Pak, Bu. Menurut Psikolog Perkembangan Anak Dra. Judiwati E Markum M.
Psi, memiliki anak kembar memang kejutan menggembirakan, sekali-gus bikin
panik. ?Memang perlu persiapan khusus memiliki anak kembar (dua); persiapan
mental, tenaga, dan yang juga pen-ting persipan finansial, ?papar psikolog
dari Universitas Indonesia ini.

*SERBA DOBEL
*
Persiapan kela-hiran anak kem-bar, sama halnya dengan persiapan kelahiran
punya anak - dapat dila-kukan mulai bulan ketujuh, saat orangtua membeli
keperluan bayi. Karena jumlah yang bakal datang dua, gandakan saja keperluan
mereka. Misal, jika untuk seorang bayi persediaan popok kurang lebih empat
lusin, untuk Si Kembar ya, delapan lusin. Ini juga berlaku saat memesan
kamar di rumah sakit. Kapasitasnya harus untuk ibu dengan dua bayi - jika
menggunakan fasilitas rooming in (ibu- anak sekamar). Gan-dakan juga budget
persalinan. Tetapi, Pak Bu, dalam menyiapkan ini semua, calon ayah-ibu
jangan sampai kelewat lelah.

Banyak-banyak simpan tenaga untuk merawat bayi kelak. ?Komitmen penting
lainnya yang harus dibuat ayah-ibu adalah bagi tugas, apalagi jika tidak ada
tenaga pembantu (pengasuh, baby sitter, kerabat). Suami-isteri jangan kaku
berbagi tugas. Pedoman ?iapa sem-pat?bisa diterapkan. Pastikan juga ayah-ibu
menggilir bayi sehingga kedua bayi dapat mengenal kedua orangtuanya, dan
sebaliknya,? demikian Judi.

*BERGANTIAN, SAYANG...

*Mudah-mudahan Anda mendapat pem-bantu guna merawat Si Kembar. Tetapi jika
tidak, jangan panik. Pertama-tama, yuk, pahami kecenderungan ritme hidup
mere-ka. Judi menyatakan umumnya anak kembar memiliki kebiasaan sama -
paling tidak, mirip-mirip - sejak lahir. Misal, bangun tidur, lapar,
mengantuk, menangis, bahkan jatuh sakit,

pada waktu yang sama. Sejumlah literatur menganggap kondisi ini
menguntungkan - dan dianggap lebih efisien - bagi ibu. Yaitu, ibu dapat
mengurus mereka sekaligus, misal memandikan Si Kembar dalam satu bak mandi.
Tetapi, Judi berpendapat lain. Menurutnya, jika anak kembar selalu melakukan
segala suatu bersamaan, suatu saat jika orangtua sedang tidak siap, atau
tidak memiliki pem-bantu, bisa kacau.

Karena itu, lanjut Judi, sebaiknya ciptakan perbedaan ritme hidup bayi
sedini mungkin, sehingga mereka ti-dak selalu melakukan segalanya
bersama-an. Ini berguna supaya seorang ibu pun bisa memegang bayi kembarnya
sendirian, jika tidak ada yang membantu. Ilustrasi perawatan secara
bergantian, misal, pagi hari bangunkan Si Kakak lebih dahulu, lalu urus
keperluannya dalam wak-tu singkat. Saat dia bermain di boks, ganti mengurus
adiknya. Saat adik bermain di boks, beri makan kakak (kecuali jika bayi
masih minum ASI, lakukan bersamaan). Si Adik makan belakangan, dll.

Manfaat positif bayi melakukan kegiatan pribadinya sendiri-sendiri adalah,
mereka menjadi mandiri, tidak harus selalu bersama-sama atau tergantung
saudaranya dalam beraktivitas,  demikian Judi, seraya menambahkan, memang,
tetap ada kegiatan yang dilakukan bayi kembar secara bersamaan, seperti
minum ASI, bermain, tidur, atau jalan-jalan. Nah, tatkala ibu merawat Si
Kembar secara bergiliran, jangan lupa memperlakukan mereka secara adil
sesuai kebutuhan.

Contoh, jika Kakak boleh membawa bebek karetnya saat mandi, tawari juga Adik
membawa buaya plastiknya. Jika Ibu me-makaikan baju pada Kakak sambil
ber-nyanyi dan mengajak ngobrol, pastikan Adik juga mendapat rangsangan
sesuai kebutuhannya. Pokoknya anak harus sama-sama merasa terlindungi dan
dikasihi, demikian Judi. (IA)

*4 Bulan Pertama Terberat*

   1. Cari bantuan Jika semua ibu baru membutuhkan bantuan, ibu bayi
   kembar lebih lagi.Terimalah semua tawaran bantuan.
   2. Kurangi pekerjaan Tidak ?impi?rumah selalu rapi, meman-faatkan jasa
   katering, atau menggunakan dia-pers bayi, adalah hal-hal yang bisa dilakukan
   untuk mengurangi pekerjaan rumah.
   3. Bergabung dengan ibu bayi kembar lain-nya. Para orangtua bayi
   kembar lainnya - teruta-ma yang telah melampaui bulan pertama -adalah sumber
   nasihat dan dukungan terbaik.
   4. Buat Catatan Siapa yang tadi minum jus buah dan yang minggu lalu
   batal diimunisasi? Siapa yang menghisap payudara yang mana pada saat minum
   terakhir? Agar tidak lupa atau tertukar, miliki catatan kegiatan Si Kembar,
   jadual imu-nisasi dan riwayat kesehatan mereka.
   5. Belajar menyesuaikan diri dengan ribut dan tangis bersahut-sahutan.

   6. Gandakan kewaspadaan saat bayi kembar sudah mulai bisa bergerak
   7. Empat bulan pertama bersama Si Kembar konon masa tersulit. Meski
   tidak akan pernah menjadi mudah, penanganan bayi kembar akan lebih
   terkendali jika Anda telah menyesuikan diri dan menjadi lebih mahir. Yang
   menghibur, bayi kembar adalah teman terbaik bagi mereka sendiri. Mereka
   dapat saling menemani hingga memberi Anda banyak waktu. (IA)

*ASI Ekslusif Untuk Si Kembar Mungkinkah?*

Mengapa tidak? Menyusui secara bersamaan akan lebih menghemat waktu dan
menghin-dari ibu dari harus menyusui sepanjang hari. Ibu dapat memegang
bayi, menopangnya dengan ban-tal, dan pada posisi Memegang bola?dengan
kaki-kaki mereka di belakangan ibu, atau masing-masing pada payudara dan
tubuh mereka saling bersilangan di depan tubuh ibu.

Berikan sisi payudara yang berlainan secara bergantian pada setiap bayi ,
setiap kali ibu mulai menyusui, agar tidak terjadi payudara favorit dan
menghindari tidak simetrisnya payudara karena salah satu bayi menghisap
lebih kuat.

Untuk mem-pertahankan enerji dan produksi ASI, pastikan ibu mendapat nutrisi
dan istirahat memadai. Bagaimana jika kembar lebih dari dua? Gilirlah
pemberian ASI. Jika ASI tidak cukup memenuhi kebutuhan gizi bayi kembar tiga
atau empat, berikan tambahan susu formula dengan bimbingan dokter anak. (IA)




On 2/18/08, Ica Mulkan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> ADa sih pak, tp di bukunya dr. sears ada kok di gramedia terjemahannya,
> gimana ya caranya|?apa daku scan dulu?--
> Ica Mulkan/Mama Aidan & Aruna
> http://icamimsky.multiply.com
>

Kirim email ke