Betul...betul...betul (Upin dan Ipin, 2010) Buat petani/UKM memang ya perlu yang murah, syukur gratis...buat yang sudah besar ya perlu mbayar mahal, makanya kamipun juga punya skema khusus pelatihan buat para UKM makanan dan minuman ini dalam training HACCP (training manajemen keamanan makanan minuman berbasis ISO 22000, sistem terbaru di bidang manajemen keamanan makmin)...nggak percaya? Lihat saja di situs kami.
Bila perlu gratis kok....(soalnya: biaya sudah tercover dari perusahaan2 besar yg ikut training ini). Tapi seringkali kalau gratis, malah pada ikutnya nggak niat...he he he Salam, HS ----------------------------------------------- Pelatihan Budidaya dan Bisnis Ikan Sidat Buruan Daftar di http://sidatmania.blogspot.com Dapatkan 1 CD + 2 DVD + 3 Materi Cetak ----------------------------------------------- GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis ________________________________ Dari: adi sampurno <d_sampu...@yahoo.com> Kepada: agromania@yahoogroups.com Terkirim: Jum, 25 Juni, 2010 22:33:55 Judul: [agromania] Pelatihan Pulungagung....Apa itu pemberdayaan Petani? Salah satu kuwajiban Perguruan Tinggi adalah Pengabdian Kepada Masyarakat, dimana diaplikasikan melalui penerapan hasil2 penelitian, penemuan2 inovatif untuk pemberdayaan masyarakat/petani yang selama ini selalu dijadikan "sasaran" (sebagai pihak yang lemah, karena keterbatasan pengetahuan dan dana), bukan sebagai "pemain" (yang mandiri/berdikari di atas segala keterbatasannya tersebut). Banyak penemuan2 teknologi pertanian (bibit, pupuk) yang dihasilkan oleh pakar-pakar perguruan tinggi dengan latar belakang pendidikan S1, S2, S3 dengan dalih untuk kemanfaatan para petani, namun kenyataannya, ujung2nya petani harus membayar mahal atas semua penemuan2 tersebut untuk mengaplikasikannya di lapangan. Hal ini terulang kembali pada penemuan teknologi pengolahan tepung mocal/mocaf, dimana banyak dari metoda2 tersebut "disosialisasikan" sebagai penemuan yang terbaik, termaju, termodern, karena menggunakan "bahan-bahan" yang menurut "penalaran" para petani dan orang awam masih asing. Penggunaan apa yang disebut : starter, biakan, enzim, bioaktivator, starbio, pemacu fermentasi dan istilah2 "modern"lainnya pada pembuatan tepung mocal, yang pada intinya adalah : "mikroba alami" yang banyak tersedia di sekitar kita, dimana oleh Sang Pencipta diciptakan untuk bisa digunakan dan dimanfaatkan secara "bebas dan gratis" oleh siapapun. Jadi penemuan2 tersebut sebetulnya bisa dibaratkan seperti orang mengambil sebatang kayu dari sebuah pohon, kemudian kayu tersebut di bersihkan, diraut, diamplas, lalu jadilah sebatang kayu yang mulus, yang bisa dipakai sebagai tongkat berjalan. Jadi apapun bentuknya, tetap saja itu adalah "sebatang kayu". Apa bedanya kita menggunakan kayu yang masih alami, dengan kayu yang sudah diraut, diamplas? Fungsinya sama, hanya untuk menggunakan kayu yang sudah diraut, kita perlu harus merogoh kocek, untuk bayar. Apakah semua orang mampu bayar? Belum tentu pula kayu dari daerah A (walaupun sudah diraut & diamplas) akan cocok digunakan untuk di daerah B yang lingkungannya berbeda. Lebih baik ambil kayu alami di daerah masing2 yang tentu akan cocok digunakan didaerahnya. Kesimpulannya, untuk apa kita perlu susah2 dan harus keluar biaya banyak untuk mengolah singkong menjadi tepung mocal/mokaf, sementara alam menyediakan "bahannya" secara gratis? Toh secara kualitas hasil tepungnya sama? Bahkan bisa lebih baik. Percuma saja anda menemukan metoda2 baru yang modern, Up to date, tetapi ujung2nya para petani yang akan memanfaatkanya harus keluar modal banyak untuk menerapkan/mengaplikasikan metoda tersebut bagi dirinya? Keluhan2 itu sudah banyak dilontarkan para petani di lapangan. Bapak Moh. Dahlan dan teman2 agromaniak, marilah kita bulatkan tekad untuk bersama-sama "memajukan" dan "mengangkat derajat" petani Indonesia dengan penemuan2 kita, jangan jadikan petani kita hanya sebagai obyek penderita.. biarkan mereka berkembang dan berdikari, untuk bisa ikut menikmati anugrah dari alam yang menjadi habitatnya selama ini. Sekecil apapun penemuan kita, selama itu bisa dimanfaatkan oleh orang lain dengan mudah dan bebas, akan lebih bermakna. Bagi teman2 agromaniak yang menginginkan untuk "mampu" dan "bisa" mengolah singkong menjadi tepung mokal/mocaf secara alami, murah, mudah, masih ada kesempatan untuk mengikuti Pelatihan/Kursus Pembuatan tepung mocal dan mie mocal 100% (+bonus pembuatan stik & pizza mocal) yang diselenggarakan oleh BKPA-USM dalam rangka Dies Natalis USM 2010 dengan biaya "khusus" yang terjangkau...tanpa harus merogoh kocek dalam2... kita tunggu pendaftaran sampai tgl 9 Juli 2010, silahkan kontak : Adi-BKPA-USM (0815750750xx) Mulailah usaha anda di bidang tepung mocal dengan investasi yang relatif murah, karena tak perlu memakai bahan2 tambahan apapun...Ikuti jejak teman2 kita yang telah berproduksi secara mandiri tanpa ketergantungan dg orang lain. (Pelatihan khusus jarak jauh (tertulis) tetap dibuka seperti biasa) Salam Sejahtera dan tetap semangat.. Adi S. BKPA-USM