Menkeu yang terdahulu telah hijrah ke world bank, karena komunitasnya memang di 
situ. Orientasinya memang ke sana, ya tentunya 'membuat bank dunia dan IMF jadi 
untung. Sementara Indonesia entah seperti apa. Kita sebagai pelaku bisnis hanya 
bisa merasakan dampaknya saja,  seperti pajak yang diberlakukan untuk export. 
Sementara bea masuk import NOL. Sekolah malah mahal, biaya rumah sakit tidak 
kira-kira. Itulah persyaratan IMF ketika  masuk ke Indonesia dulu. Dan herannya 
setelah selesai dengan IMF pun, aturan itu gak dicabut sama sekali oleh SBY. 

Bu Sri adalah seorang ekonom dan melihat pertumbuhan ekonomi hanya dengan cara 
BULK(makro). Dia tidak jeli melihat lebih dalam bagaimana susahnya berbisnis 
sekarang. Dulu zaman pak Harto, kita mau export aja dibela-belain. Dikasih tax 
hollyday, tax free dll. Makanya kita mudah melakukan usaha . Sekarang untuk 
export kita dikenai pajak berganda. Sementara biaya import nol. Kebijakan yang 
hanya akan mematikan export dan menyuburkan import. Akhirnya kegiatan usaha 
dalam negri jadi sirna dan Indonesia menjadi negara konsumen aja.

Dengan terpilihnya menkeu baru, patut kita berharap agar Indonesia tidak 
menjadi negara konsumen. Karena dia adalah juga pelaku bisnis, dan semoga pro 
terhadap pebisnis dalam negri.

Regards,

Armen

-----------------------------------------
Cara Mudah dan Cepat  Bergabung di:
AGROMANIA BUSINESS CLUB (ABC)
Isi Form di http://tiny.cc/formulir
-----------------------------------------
MILIS: http://tiny.cc/milis


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke