Walaupun produk hasil tangkapan dan pembudidayaan ikan di Kabupaten Kuningan mencapai 6.262 ton per tahun, 70 persen benihnya berasal dari luar Kuningan. Menurut Kepala Bidang Produksi Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian Kuningan Dodi Nurochmatuddin, kebutuhan benih ikan di Kuningan per tahun mencapai 200 juta benih. Adapun benih produksi lokal hanya 30 persen, yaitu sekitar 52,5 juta benih per tahun. Sisanya berasal dari berbagai daerah, seperti Sukabumi, Subang, Ciamis, dan Kabupaten Bandung.
"Rendahnya ketersediaan benih itu disebabkan oleh kapasitas produksi dari UPR (Unit Pemijahan Rakyat) dan BBI (Balai Benih Ikan) yang hanya 52,5 juta benih. Oleh karena itu, mulai tahun ini akan diupayakan peningkatan produksi benih," ujar Dodi, Selasa (18/3). ++++++++++++++++++++++++++++++++ TEMU PELAKU BISNIS IKAN AIR TAWAR KONSUMSI! Minggu, 31 Januari 2010 (Pkl.09.30 s/d Selesai) Jangan sampai ketinggalan, daftar sekarang juga di: http://tiny.cc/acaramania ++++++++++++++++++++++++++++++++ Dodi mengungkapkan, kemampuan produksi UPR dan BBI di Kuningan sangat rendah karena sempitnya lahan pemijahan dan sederhananya teknologi budidaya. Total ada 22 UPR yang tersebar di sejumlah kecamatan, seperti di Kecamatan Darma, Kuningan, dan Cigugur. Adapun satu BBI hanya memasok 20 persen dari produksi 52,5 juta benih ikan di Kuningan. Oleh sebab itu, mulai akhir 2007, lahan pemijahan di BBI akan ditambah dari 1,2 hektar menjadi 2,5 hektar. Dinas Pertanian dan Peternakan Kuningan juga akan melakukan pengadaan induk, perbaikan saluran air dan kolam pemijahan, serta peningkatan teknologi di sejumlah UPR. Umumnya jenis benih yang banyak dibutuhkan adalah ikan nila (50 persen), sedangkan sisanya adalah ikan mas (30 persen) dan gurami (10 persen). Benih itu akan disebarkan di lahan pembudidayaan atau di sungai. Saat ini potensi lahan perikanan darat di Kuningan mencapai 970 hektar, yaitu 545 hektar kolam air tenang dan 425 hektar perairan waduk. Adapun lahan sungainya sepanjang 375 kilometer. (THT) Foto : 1 Kompas/Timbuktu Harthana Warga memancing di sekitar jaring apung yang tersebar di Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Senin (17/3). Meskipun luas waduk ini mencapai 425 hektar, area yang dimanfaatkan untuk pembudidayaan ikan dengan jaring apung tidak lebih dari 20 persen. SUMBER: Kompas Rabu, 19 Maret 2008 | 17:01 WIB **************************************** SEGALANYA TENTANG IKAN SIDAT Ebook, Video, Foto, Slide, Info Terbaru Download Gratis di: http://tiny.cc/sidat SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only) **************************************** GABUNG DI MILIS: http://tiny.cc/milis