Dari milis tetangga.

Semoga bermanfaat.

rgds,
purwo.

  Artikel Jika semua jadi pengusaha.. semoga menginspirasi kita semua :)

Indah fashion

Jika semua jadi pengusaha

Bandingkan dengan negara tetangga Singapore, mereka memiliki 7%
populasi penduduknya sebagai pengusaha. Alhasil mereka kekurangan
tenaga kerja dan mengimport dari luar. Apa faktor-faktor yang
menyebabkan suatu negara menghasilkan banyak pengusaha? Pertama,
insentif sebagai pengusaha diperbesar, seperti kemudahan membuka badan
usaha, fasilitas kredit usaha dengan bunga ringan, hingga keringanan
pajak. Yang lebih penting lagi adalah `pembunuhan' pungli oleh para
aparat. Namun itu semua bukan faktor utama, karena sifatnya
`iming-iming'. Seperti saya tuliskan dalam kitab persilatan usaha "The
Power of Kepepet" (Gramedia), "Kepepet adalah motivasi terbesar manusia
untuk berubah". Selama terlalu banyak proteksi bagi kaum pekerja, rasa
nyaman itu akan menggerogoti mental bangsa ini. Nah, inilah faktor
kedua yang terpenting harus dilakukan, terutama oleh pemerintah.
Sejarah mencatat, para `patriot' tumbuh saat penindasan terjadi. Memang
kesannya tidak berperi `keburuhan' dan akan terjadi gejolak jika hal
ini diterapkan. Tapi saya yakin, lambat laun akan terlihat hasilnya,
pertumbuhan perekonomian (dan pengusaha) akan meningkat. Namun itu
semua juga harus diimbangi dengan maraknya kampanye menjadi `juragan',
hingga mereka tidak terlalu depresi dan menimbulkan gejolak.




Just an idea, bagaimana jika kita buat gerakan `Sejuta Pengusaha' atau
'10 juta Pengusaha'? Wah seperti apa negara ini jika pengusahanya
membludak? Pasti banyak pembaca mengerutkan dahi dan menanyakan,"Kalo
semua bangsa Indonesia jadi pengusaha... Siapa yang akan jadi kulinya
Mas J?" Gampang aja, ya tinggal import TKA (Tenaga Kerja Asing/Arab),
TKB (Tenaga Kerja Bule), TKM (Tenaga Kerja Malaysia).
Coba bayangkan, suatu saat Anda punya sopir orang bule, keren kan!
Masak kita masih bangga menjadi negara pengeksport TKI, diperkosa lagi!
Lagian, kondisi itu belum tentu terjadi dalam 1 abad ini di Indonesia.
Kenapa? MENTAL PASRAHnya kelewat besar. "Sudah nasibku jadi karyawan,
ya lakoni aja!" katanya. Kasihan banget tuh si `nasib', selalu jadi
kambing hitam. Sebagai bahan renungan terakhir,"Mengapa tenaga upah
buruh di Indonesia murah?" Karena pengusahanya sedikit, kulinya
melimpah! Jika pengusahanya banyak, kulinya dikit, pasti upahnya tinggi
dan pengusaha tak akan semena-mena!


"Daripada Unjuk Rasa, Lebih Baik Kita Buka Usaha!" FIGHT!

sumber

Di kirim oleh : Jaya Setiabudi

Direktur Young Entrepreneur Academy

Rahman Mhan

*******************************************
JALUR TOL SUKSES? GABUNG DI ABC!
Jumlah anggota Agromania Business Club (ABC)
terus bertambah dan berkembang terus dengan
sangat cepat. Jangan sampai Anda ketinggalan!
Isi formulir di: http://tiny.cc/formulir
Lihat bukti di: http://tiny.cc/direktori
SMS INFO: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9
*******************************************




























[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke