BENIH PERKEBUNAN SAAT INI MOST WANTED!!!!!!

Tahun ini dan mungkin beberapa tahun ke depan benih tanaman perkebunan menjadi 
salah satu produk yang paling dibutuhkan oleh pelaku agribisnis. Mengapa tidak? 
Saat ini banyak swasta maupun petani gencar meraup untung dari pengembangan 
perkebunan.

Disamping itu terdapat program-program pemerintah yang mendorong pertumbuhan 
tanaman-tanaman industri tersebut. Sehingga bisa dipastikan benih (bibit, biji, 
entres, SE, dsb) unggul menjadi satu komoditi yang sangat dibutuhkan hampir di 
berbagai wilayah Indonesia.

Setidaknya hal ini juga kami buktikan sendiri. Karena sering menampilkan 
tulisan tentang perbenihan di blog ini, kami sering mendapatkan sms atau telp 
yang menanyakan tentang sumber benih yang bisa menyediakan kebutuhan bibit 
dalam jumlah besar. Mereka mengaku kesulitan mendapatkan bahan tanam unggul 
sesuai kebutuhan.

Sebegitu besarnyakah kebutuhan akan benih unggul bermutu di Indonesia?

Mungkin dari target areal pengembangan tanaman perkebunan yang cukup fantastik 
dari sejumlah program pemerintah pusat di bawah ini, Anda bisa bayangkan benih 
yang dibutuhkan. Adapun program-program tersebut antara lain:

1) Revitalisasi perkebunan kelapa sawit, karet dan kakao 290.000 ha di 28 
Propinsi 170 Kabupaten,

2) Lanjutan Akselerasi peningkatkan produksi kebun 449.336 ha di 12 Propinsi, 
78 Kabupaten,

3) Pengembangan kapas rakyat 11.897 ha di 7 Propinsi, 40 Kabupaten
Gerakan peningkatan produksi dan mutu kakao Nasional di 9 Propinsi, 40 Kabupaten

4)Pengembangan integrasi kebun dengan ternak di 26 lokasi/paket di 18 Propinsi, 
26 Kabupaten

5) Pengembangan kelapa terpadu 16.300 ha di 24 Propinsi, 63 Kabupaten

6)Pengembangan komoditi unggulan nasional Non-revitbun 29.927 ha di 32 
Propinsi, 186 Kabupaten

7)Pengembangan tanaman penghasil bio-fuel/jarak pagar 1.553 ha di 17 
Propinsi/27 Kabupaten

8) Pengembangan teh rakyat dan rempah 6.236 ha di 7 Propinsi, 21 Kabupaten

9) Pengembangan komoditas spesifik 510 ha di 10 Propinsi, 19 Kabupaten (jarak 
kepyar, wijen, gambir, nilam, kenaf, akar wangi)

10) Pengembangan komoditi potensial 525 ha di 10 Propinsi, 10 Kabupaten (sagu, 
aren, kina)

Dan ini belum termasuk luas areal pengembangan perkebunan oleh pemerintah 
daerah, masyarakat maupun swasta. Tentu saran yang tepat bagi Anda yang ingin 
berinvestasi, pilihlah usaha perbenihan. Apakah itu sebagai penangkar, 
pewaralaba dengan produsen benih atau pemilik kebun induk. Dipastikan usaha 
tersebut tidak hanya akan berjalan dengan baik namun bakal kebanjiran pesanan.

(Tersedia CD KKN (karet, kakao, nilam) dan CD Info sawit yang juga berisikan 
informasi tentang perbenihan tanaman sawit, karet, kakao dan nilam)

Sumber: http://www.pengawasbenihtanaman.blogspot.com/

============================================
DIREKTORI PEBISNIS AGRO INDONESIA
Berisi data penjual dan pembeli, eksporter,
importer, perusahaan, distributor, produsen,
mediator di bidang agro (pertanian, perkebu-
nan, perikanan, peternakan, agroindustri).
Edisi terbaru (dari Agro & Food Expo 2009)
Dapatkan di Kios Agromania: http://tiny.cc/kios
Kontak Info: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9 (SMS Only)
============================================
GABUNG DI ABC: http://tiny.cc/formulir
BURSA JUAL-BELI: http://tiny.cc/bursa

Kirim email ke