Ini saya copy dari Kompas hari ini. Saya nggak tahu ini good news
atau berita buruk.

Tahun Depan, Indonesia Bangun 142 Industri Biofuel

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA

Artikel Terkait:

Industri Hilir Sawit Sumsel Tak Berkembang
Krisis Sebabkan Ekspansi Lahan Sawit Tertunda
Minyak Sawit Sumbang 9,1 Miliar Dollar AS
Peremajaan Kelapa Sawit Rakyat Butuh Rp30 Triliun

 Kamis, 27 November 2008 | 16:18 WIB
PONTIANAK, KAMIS — Indonesia akan membangun 142 industri biofuel
hingga akhir 2009 untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar nabati dalam
dan luar negeri.

Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Teknologi Pertanian Iskandar Andi
Nuhung di Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (27/11), mengatakan,
bahan baku untuk biofuel yang cukup potensial di Indonesia yang
bersumber dari kelapa sawit.

Menurut dia, produksi CPO Indonesia setiap tahun berkisar 18 juta
ton, sedangkan kebutuhan dalam negeri untuk dijadikan minyak goreng
sekitar 6 juta ton CPO setiap tahun. Serapan untuk industri CPO
sendiri antara 750.000 ton hingga 1 juta ton.

Ia memperkirakan pada 2009 industri yang menggunakan biofuel akan
tumbuh dan berkembang di Indonesia. "Kalau situasinya seperti
sekarang, harga komoditas anjlok, industri biofuel akan naik," kata
Iskandar Andi Nuhung yang hadir mewakili Menteri Pertanian Anton
Apriyantono dalam Seminar Nasional Pertanian Ikatan Badan Eksekutif
Mahasiswa Pertanian Indonesia itu.

Sesuai rencana strategis Indonesia, penggunaan biofuel akan mencakup
lima persen dari total bahan bakar pada 2025.

Ia menambahkan, penurunan harga CPO berimbas pada tandan buah segar
karena melemahnya permintaan di pasar-pasar ekspor utama seperti
Amerika Serikat yang menjadi sumber krisis keuangan. "Kondisi ini
mungkin akan terus terjadi satu hingga dua tahun mendatang," kata
dia.

Anjloknya harga membuat pemerintah mendorong industri hilir sawit di
dalam negeri. Minyak kelapa sawit dapat diolah kembali menjadi
bahan baku atau produk lain hingga 70 jenis. Selain itu, industri-
industri pengguna biofuel juga terus digenjot supaya pasar CPO tetap
tinggi.

Iskandar juga optimistis harga-harga komoditi akan membaik meski
tidak dalam waktu singkat. China misalnya akan meningkatkan
penggunaan CPO dari sekitar 3,5 juta ton menjadi lima hingga 10 juta
ton setiap tahun.

Uni Eropa juga menargetkan peningkatan penggunaan biodiesel dari 4,8
juta ton menjadi 14,8 juta ton pada 2010.

Saat ini, lanjut dia, untuk berbagai keperluan minyak sawit
Indonesia masih membutuhkan 119 unit pabrik kelapa sawit (PKS)
dengan kapasitas 30 ton TBS per jam.

"Sekarang baru terdapat 419 unit PKS di Indonesia," kata dia sembari
menambahkan Indonesia juga menjajaki negara-negara di kawasan Timur
Tengah sebagai pasar baru CPO.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
G r a t i s !!!!! TEMU BIOETHANOL-2
PENDAFTARAN (Tempat Terbatas):
http://www.agromania.co.cc  (tab SMS)
FOTO2 TEMU BIOETHANOL-1:
http://ph.groups.yahoo.com/group/agromania/photos
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~




Kirim email ke