Membuat Halaman Menjadi Taman

19 Desember, 2006 · Disimpan dalam Yang Ringan

Republika Online, Minggu, 03 September 2006

Pernahkah Anda membayangkan kalau suatu saat kelak halaman atau pekarangan  
rumah Anda bakal bisa menjadi taman buah atau taman bunga yang indah nan  
cantik? Ya, hal itu dapat terujud, tergantung kemauan dan keseriusan kita.

Menurut pengusaha tanaman buah dan bunga, siapa saja, yang rumahnya  
memiliki halaman, dapat membangun pekarangannya menjadi taman buah atau  
taman bunga. Sebab untuk mewujudkan itu tidaklah sulit, hanya perlu  
keuletan dan perawatan atas tanaman-tanaman tersebut.

”Waktu kita memang akan sedikit tersita untuk mengurusi tanaman itu,  
misalnya mengatur penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan sesekali  
mengawasi kemungkinan datangnya hama tanaman,” ujar Yanti Permana,  
pengusaha tanaman buah dan bunga di kawasan Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Menurut wanita yang sudah sepuluh tahun berbisnis tanaman, saat ini banyak  
bibit buah atau bunga yang dijual di pasaran. Tanaman tersebut umumnya  
merupakan bibit unggul yang siap dikembangkan. ”Kita tinggal memilih bibit  
jenis buah atau bunga apa yang kita inginkan, semuanya tersedia,” ujarnya.  
Tanaman bibit buah dan bunga bisa ditanaman di halaman atau di pekarangan  
rumah dengan menggunakan pot. Untuk tanaman buah, biasanya menggunakan pot  
yang lebih besar, seperti drum, sementara untuk bunga, potnya lebih kecil.

Tanaman-tanaman ini semuanya cocok ditempatkan dimana saja, tapi sebaiknya  
diletakkan di titik yang mendapat sinar matahari. ”Ini agar pertumbuhannya  
lebih bagus,” paparnya.

Untuk jenis tanaman buah yang akan ditanam, dianjurkan agar disesuaikan  
dengan luas halaman atau pekarangan rumah. Jangan sampai pekarangannya  
kecil, lantas menanam bibit durian, misalnya. Ini tentu kurang cocok,  
sebab, pohon durian akan tumbuh agak tinggi dan perkembangannya melebar.

Yang lebih pas untuk ditaman di lahan yang lebih kecil, misalnya rambutan,  
jambu, sawo, atau mangga. Tanaman pot ini bisa berbuah meskipun pohonnya  
masih kecil dan pendek.

Untuk tanaman bunga, kita memilih pot yang sesuai dengan selera, tapi  
disarankan ukurannya tidak terlalu besar. Sebab terkadang pot yang besar  
akan mengganggu keindahan dari bunga itu sendiri. ”Disesuaikan dengan  
ukuran bunganyalah.” papar Yanti.


################ INFO ################
AGROMANIA menerima penitipan contoh
komoditi/produk yang akan dijual atau dicari.
Syaratnya, kemasannya kecil, tahan lama, tidak
berbau, dan bukan makhluk hidup. Brosur dan
foto juga dapat kami terima. Silahkan kirimkan
contoh komoditi Anda ke alamat kami;
Jl. Jambu No.53, Pejaten Barat 2, Jaksel 12510.
Untuk informasi SMS ke: 0 8 1 1 1 8 5 9 2 9.
################ #### ################


Lantas bagaimana tanaman itu agar cepat berbunga atau berbuah. Suwardi,  
petani tanaman di Jalan Pajajaran, Kota Bogor, menjelaskan, sebenarnya  
tidak ada kiat khusus agar tanaman itu cepat berbunga atau berbuah.  
Perawatannya pun biasa saja, namun perlu meluangkan waktu untuk  
mengurusinya agar kelak mendapatkan hasil yang maksimal.

Untuk tanaman bunga, lanju Suwardi, kita perlu mencocokkan jenis bunga  
dengan media serta pupuknya. Misalnya, bunga mawar. Medinya adalah tanah  
yang dicampur dengan kotoran hewan yang sudah kering. ”Agar tanaman ini  
cepat berbunga kita perlu memberinya pupuk NPK,” ujarnya.

Harus dipangkas
Dalam perawatan bunga mawar, harus dipangkas dan dipotong batangnya.  
Setiap kali selesai berbunga, batangnya dipotong hinga pendek. Dengan  
begitu akan muncul lagi tunas yang bercabang. Begitu dipangkas, pupuk NPK  
ditabur kembali di sekeliling batang (jangan mengenai batang dan daun).  
Makin banyak cabangnya, akan makin banyak pula bunga yang muncul. ”Dengan  
cara ini bunga akan terus muncul,” papar Suwardi.

Tanaman bunga lainnya juga hampir sama, misalnya bunga bougenvil. Tetap  
dilakukan pemangkasan dan pemberian pupuk NPK. Disebutkan, pupuk NPK cocok  
untuk hampir semua jenis tanaman bunga, termasuk buah. Pupuk ini akan  
lebih cepat merangsang munculnya bunga dan buah pada tumbuhan. Untuk  
tanaman buah, juga perlu pemupukan yang rutin, misalnya setiap tiga bulan  
sekali. Sekarang, seiring dengan makin manjunya industri pertanian, jenis  
pupuk yang ada di pasaran pun semakin beragam. Ada pupuk khusus untuk daun  
yang merangsang munculnya putik, ada juga untuk akar dan batang. ”Intinya  
pupuk itu semua bagus, asalkan sesuai dengan anjuran pemakaiannya.”

Sama dengan bunga, tanaman buah juga harus dipangkas, agar tunas dan  
cabang baru muncul serta pertumbuhannya tidak terlalu tinggi. Kata  
Suwardi, diusahakan juga agar daunnya tidak terlalu rimbun, karena itu  
perlu dipangkas. Dan yang paling penting, jangan lupa melakukan  
penyiraman, paling tidak dua kali dalam sehari. ”Kalau hal ini rutin  
dijalankan, tanaman buah dan bunga akan mendapatkan hasil maksimal. Dan  
halaman rumah Anda bakal berubah menjadi taman bunga atau taman buah.”
(kho )

-- 
Using Opera's revolutionary e-mail client
http://adijundi.blogspot.com/

Kirim email ke