KAPAS TRANSGENIK, SIAPA TAKUT?

Penamanan kapas transgenik masih menjadi polemik
hingga saat ini. Masih terdapat pro dan kontra
terhadap pemanfaat tanaman kapas transgenik. Salah
satu faktor yang dikhawatirkan dari penggunaan kapas
transgenik adalah mengakibatkan petani akan bergantung
penuh pada perusahaan besar untuk benih, pupuk, dan
obat-obatan, sebagaimana yang pernah diungkapkan Sonny
Keraf (Kompas, 2005). Mengingat teknologi transgenik
hanya mungkin dilakukan oleh perusahaan-perusahaan
besar.

Disamping itu alasan lain penolakan adalah resiko
dampak lingkungan yang ditimbulkannya, karena dapat
membahayakan kehidupan organisme lain seperti lebah,
ikan, dan burung. Disamping itu dikhawatirkan
pemanfaatan kapas dari tanaman transgenik sebagai
bahan baku pakaian juga dapat menimbulkan sejumlah
gangguan kesehatan seperti alergi atau keracunan. 

Prinsip Teknologi Transgenik
Prinsip teknologi transgenik adalah pemindahan satu
atau beberapa gen, yaitu potongan DNA yang menyandikan
sifat tertentu, dari satu makhluk hidup ke makhluk
hidup lainnya. Dengan demikian, suatu tanaman yang
tadinya tidak mempunyai sifat tertentu dapat
direkayasa sehingga memiliki sifat tersebut. Misalnya
tanaman padi yang umumnya rentan terhadap hama wereng
dapat direkayasa sehingga lebih tahan terhadap
serangan wereng (Astri, 2007). 

^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
GRATIS: Cara dan Kiat Ekspor (eBook)
Bagaimana melakukan ekspor? Apa saja persyaratan yang harus dipersiapkan 
sebelum melakukan ekspor? Barang apa saja yang dilarang ekspornya? Bagaimana 
dengan barang yang diawasi ekspornya? Semua pertanyaan ini dan berbagai 
pertanyaan lainnya terjawab dengan tuntas dalam ebook bermutu tersebut. Buruan 
download mumpung masih gratis!

http://groups.yahoo.com/group/agromania/files/

AGROMANIA (online sejak 1 Agustus 2000)
^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^^
Beberapa produk transgenik yang telah dipasarkan
antara lain tomat, labu dan kentang yang mengandung
kadar vitamin A, C dan E yang tinggi, jagung dan
kedelai yang mengandung lebih banyak asam amino
essensial, kentang dengan kadar pati lebih tinggi
serta mempunyai kemampuan menyerap lemak yang lebih
rendah, daun bawang dengan kandungan allicin (bahan
yang berkhasiat menurunkan kolesterol) yang lebih
banyak, kedelai dengan kandungan lemak jenuh yang
rendah dan lemak tak jenuh yang tinggi, padi dengan
kandungan vitamin A yang lebih tinggi (Golden Rice),
dan padi yang mengandung zat besi (Ferritin Rice) 

Apakah produk transgenik ini berbahaya ? Resiko
terbesar penggunaan produk transgenik adalah untuk
pangan, dan inipun tergantung tujuan pengembangannya
dan tidak terlepas dari sifat gen yang diintroduksi
atau disisipkan. Apabila gen introduksi menghasilkan
racun, maka tanaman transgenik dengan sendirinya akan
menjadi racun. Namun jika gen introduksi bertujuan
untuk memperkaya kandungan senyawa-senyawa yang
bermanfaat, produk dari tanaman transgenik tersebut
tidak berbahaya melainkan menguntungkan.

Banyak produk-produk pangan yang berasal dari tanaman
transgenik merupakan bahan makan yang kita konsumsi
sehari-hari, seperti kedelai dan jagung. Produk-produk
tersebut beredar di pasar dan hingga saat ini belum
ada masalah timbul akibat mengkonsumsi produk
tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, yang
perlu diperhatikan adalah tanaman transgenik yang gen
introduksinya menghasilkan racun bagi hama yang
dikhawatirkan juga dapat berdampak buruk bagi manusia.
Oleh sebab itu untuk produk-produk transgenik demikian
memerlukan penguji yang ketat sebelum dilepas ke pasar
untuk menjaminan agar produk tanaman transgenik
tersebut aman dikonsumsi. Adapun langkah-langkah uji
ini meliputi karakterisasi molekuler dari modifikasi
genetika, karakterisasi agronomi, penilaian nutrisi,
penilaian kandungan racun dan penilaian efeknya
terhadap kesehatan (Astri, 2007).

Kapas Transgenik dan Polemik yang Dihadapi
Bagaimana dengan kapas transgenik? Seperti halnya
tanaman transgenik lainnya, tanaman kapas transgenik
juga merupakan hasil introduksi gen sehingga memiliki
kualitas-kualitas tertentu yang menguntungkan.
Terdapat empat karakteristik tanaman kapas transgenik,
jenis pertama disebut "kapas Bt " yang toleran
terhadap serangan hama sedangkan 3 jenis lainnya
toleran terhadap herbisida, Glyphosate (Roundup),
Bromoxynil (BXN) dan Sulfonylurea (SU). 

Salah bentuk hasil rekayasa genetis pada kapas
transgenik adalah ketahanan tanaman terhadap CBW,
dengan mengintroduksi gen Bt yang berhubungan dengan
ketahanan serangga hama hasil isolasi bakteri tanah
Bacillus thuringiensis yang dapat memproduksi protein
kristal yang bekerja seperti insektisida (insecticidal
crystal protein) yang dapat mematikan serangga hama
(Macintosh et al., 1990). 

Keuntungan pemanfaatan tanaman kapas transgenik bagi
petani adalah menekan penggunaan pestisida atau
membersihkan gulma tanaman dengan herbisida secara
efektif tanpa mematikan tanaman kapas. Serangga hama
merupakan kendala utama pada produksi tanaman kapas.
Di samping dapat menurunkan produksi, serangan
serangga hama dapat menurunkan kualitas kapas.
(Benedict dan Altman, 2001). Pada tahun 2001, petani
kapas dunia menggunakan insektisida seharga 1,7 miliar
dolar Amerika Serikat (James, 2002a)

Saat ini lebih dari 50 persen areal pertanaman kapas
di Amerika merupakan kapas transgenik dan beberapa
tahun ke depan seluruhnya sudah merupakan tanaman
kapas transgenik. Demikian juga dengan Cina dan India
yang merupakan produsen kapas terbesar di dunia
setelah Amerika Serikat juga secara intensif telah
mengembangkan kapas transgenik....selanjutnya klik
http://www.pengawasbenihtanaman.blogspot.com/


      
____________________________________________________________________________________
Be a better friend, newshound, and 
know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.  
http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ 


Kirim email ke