Selamat datang di milis Agromania. Mengenai pertemuan anggota
milis Agromania, sedang dalam penjadwalan. Yang penting rekan2
Agromania lainnya ikut mendukung. Rencana jangka pendek kami
adalah mengadakan pertemuan dalam bentuk pelatihan Domba Garut
yang akan diadakan selama 3 hari pada bulan Mei 2007 langsung di
sentra perkebunan dan peternakan terbesar Eka Agro Rama di Kota
Banjaran, Kab. Bandung, Jawa Barat.
Asyiknya, selain bertemu langsung, sesama anggota dan pengelola,
para peserta bisa merasakan hidup di alam terbuka yang benar2 masih alami untuk 
mengamati kehidupan domba garut secara langsung.
Praktek langsung di kandang domba Garut juga akan diisi
dengan acara menggunting sendiri bulu domba, menyusui domba,
mengawinkan domba, dan berbagai acara menarik lainnya termasuk
"lmu" menyeleksi domba Garut bibit unggul serta ilmu memanfaatkan
dan mengolah kotoran domba untuk bisnis.
Agar pelaksanaan benar-benar efektif, peserta akan dibatasi maksimal
20 orang. Jadi buat yang pengen ikutan, siap2 aja dari sekarang.

Salam,
Moderator Agromania



--- In [email protected], poetranagari berkibar
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dear all members,
>
> Perkenalkan kami, CV. Poetra Nagari Berkibar, adalah member baru
dari milist agromania. Perusahaan kami bergerak di bidang agro,
khususnya dalam pengembangan teknologi paska panen dan penetrasi
pasar sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
>
> Kami sangat setuju dengan pembahasan ini, sudah saatnya petani
menjadi mitra bukan sapi perahan eksportir. Jika berkenan bagaimana
kalau kita mengadakan pertemuan (agromania gathering) sehingga ada
langkah nyata untuk meningkatkan keseimbangan nilai tambah bagi
petani dan pedagang dibidang agro.
>
> Regards,
> Taufik Suwargana
>
> ----- Original Message ----
> From: informasi kita <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Thursday, April 5, 2007 9:34:58 AM
> Subject: [agromania] Terusan: Tentang Petani
>
> Sebetulnya banyak ide2 yang bisa sangat membantu apabila
dipecahkan bersama.
> Seperti kita ketahui, dimana2 di negara2 yang sudah maju,
produsen / petani mendapat bagian yang lebih "sweet" dari total
bisnis di area tersebut. Misalnya apel. Di supermarket, yang namanya
apel Malang harganya selalu diatas 12 rb, tapi di kebun harganya
oleh tengkulak hanya dibayar 2 rb. Dengan spread harga seperti itu
susah untuk menaikan quality dari produknya. Di negara2 lain para
petani bisa menikmati hasil produknya karena mereka mempunyai
koperasi yang sangat strong (Jepang, Perancis etc) untuk menentukan
harga jual di level petani.
>
> Contoh lain : mangga pada saat puncak musimnya, di Malang bisa
dijual Rp1,500.- dengan kwalitas bagus (bisa dibayangkan di level
petani bisa jauh lebih rendah). Tapi itu hanya dalam jangka 1 bulan.
Setelah produknya mulai habis harganya naik lagi. Setahu saya di
Manila, banyak mangga yang dijual kering dan dijajakan di jalan2,
bahkan di airport. Teknologi food processor mereka sudah canggih,
sehingga kwalitas produk mereka begitu menarik. Kalau kita bisa
melakukan hal yang sama, maka petani tidak harus menjual produk
dengan begitu murah dan tingkat kehidupan mereka tidak terlalu
terpuruk seperti sekarang. Sebetulnya banyak hal2 yang bisa
didiskusikan kalau kita punya wadah untuk hal tersebut.
>
> Dari: "Soebekti Soebekti" <[EMAIL PROTECTED] com>
>
>
>
> Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke