Kliping Pilihan: Operasi Beras Stop Akhir Maret

Memasuki masa panen pada akhir Maret ini, pemerintah akan menghentikan
operasi pasar beras. Pasokan panen petani

diperkirakan akan mampu menekan harga beras di pasaran.

PEMERINTAH akan menghentikan operasi pasar (OP) beras akhir Maret 2007,

karena awal April 2007 diperkirakan sudah memasuki panen raya. "Kita
akan terus melakukan OP hanya di Maret, karena

begitu masuk April sudah memasuki panen raya. OP sangat tergantung
harga, kalau Harga normal. Kita anggap jika masuk

panen raya maka harusnya harga normal, seharusnya pula kita stop OP,"
ujar Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu,

selepas melakukan dengar pendapat dengan anggota DPR komisi VI di
Jakarta,Senin (12/3).

Mengenai impor dengan penunjukkan langsung, Mari mengatakan, bahwa pada

intinya penunjukan langsung dilakukan tapi tetap bermitra dengan Bulog.
"Peraturan impor yang saat ini diberlakukan

adalah semua impor harus melalui Bulog, namun Bulog tetap diperbolehkan
bermitrta dengan swasta," ucap Mari.

Cara Bulog bermitra dengan swasta, dapat dilakukan dengan dua cara,
yaitu tender, dan penunjukan langsung untuk

jumlah tertentu, waktu tertentu dan hanya untuk OP. "Bedanya hanya
diperpendek saja prosesnya. Dengan syarat jelas,

yaitu hanya yang memiliki jalur distribusi, karena kaitannya hanya untuk
OP. Jumlahnya tertentu, dengan harga

di-fix-kan (tetapkan) dan hanya Maret".

Untuk OP beras premium, dia menjelaskan, yang paling penting menurunkan
harga beras kualitas III, karena yang paling

banyak dikonsumsi masyarakat. "Masyarakat tidak perlu khawatir tentang
ketersediaan beras,kerena pemerintah terus

menyediakan beras bagi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga
merencanakan menambah stok pemerintah oleh Bulog

melalui impor sebesar 1 juta ton," ujar Mari menjawab pertanyaan anggota
DPR.

Dia mengungkapkan, rencana impor 1 juta ton itu tidak akan menganggu
masa panen 2007 digunakan untuk mengisi stok

yang sekarang digunakan untuk OP dan raskin yang sangat besar sejak
Desember 2006. "Pada saat panen raya mulai,

Bulog akan mengisi stok dengan pengadaan dari dalam negeri," jelas Mari.

Dengan pengadaan itu, maka musim panen yang diperkirakan mulai paling

lambat akhir Maret 2007, harga diperkirakan berada di ambang normal, dan
harga gabah tidak anjlok di bawah Harga

Pokok Pembelian (HPP). "Mekanisme impor

dan pengadaan dalam negeri oleh Bulog untuk menjaga kecukupan stok. Di
satu

sisi, OP dan raskin merupakan pengeluaran yang selalu dijaga sehingga
harga tidak akan anjlok di bawah HPP, ataupun

melambung sehingga tidak terjangkau konsumen," ujarnya.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Sutrisno Iwantono,
mengatakan hal utama yang harus dilakukan

bagaimana produksi dalam negeri dapat ditingkatkan dan bisa mencapai
swasembada pangan.

Jika swasembada pangan tidak tercapai, maka persoalan kekurangan stok
beras akan terus berulang. "Kita harus belajar

dari pengalaman di masa lalu, supaya problem yang sama terus terjadi
setiap tahunnya," ucapnya.

Selain itu, dia menyarankan fungsi Bulog dikembalikan seperti sebelum
berubah menjadi Perum. Fungsi Bulog seharusnya

fokus pada penanganan komoditas-komoditas yang strategis. Saat ini,
ketika dijadikan seperti perusahaan, Bulog tidak

lincah.

Sementara usulan Menkokesra Aburizal Bakrie menurunkan bea masuk impor
beras jika disetujui bisa menjatuhkan harga

beras petani. "Lagipula, berdasarkan ketentuan WTO (World Trade
Organization), Indonesia masih bisa menaikkan bea

masuk hingga mencapai 90 persen dari harga beras di pasaran
internasional. Saat ini, bea masuk kita sudah cukup

rendah, yaitu 30 persen," kata Sutrisno.

(Uji Agung Santosa/Christine Setyadi)

Sumber: Jurnal Nasional
Jakarta, Selasa, 13 Maret 2007


Kirim email ke